Social Icons

Senin, 07 September 2015

KADER DAKWAH ITU

KADER DAKWAH ITU

1.KADER DAKWAH ITU ….

Bagai Sang Surya yang datang dari  ufuk timur ia timbul.Lembut cahayanya menyapa, membangunkan dari  mimpimimpi semu.Cahayanya menghapuskan kegelapan yang telah lama menyelimuti jiwajiwa yang telah tertidur terlelap .Dengan semangat ia terus menerangi dunia,tak ada kata letih dalam dirinya padahal ia telah menyinari daerah lain.Ketika langit di bagian barat menjadi merah, tanda bahwa ia akan pergi,bukan untuk selamanya,karena sesungguhya ia tetap ada.Sangat indah kepergiannya dengan senyuman di iringi suasana tenang ia mulai tenggelam.

Itulah Sang Surya yang sering kita sebut sebagai Matahari.Matahari yang denga Ikhlas selalu menerangi kita,menamani kita seolah – olah dengan cahayanya ia bimbing kita agar tidak tersesat dalam kegelapan pada saat menjalani aktivitas di dunia.Dengan adil tidak pernah membeda – bedakan  dan penuh kepatuhan ia menyinari Bumi ini dan Galaksi ini,tidak ada satu tempat pun di Dunia ini yang luput dari sinarnya.

Suka atau tidak suka 12 jam sehari ia menyinari kita,terkadang menjengkelkan memang Matahari ini,dengan sinarnya ia bangunkan kita secara paksa,ia melarang kita untuk tidak terlalu lama terlelap ,terbuai oleh mimpi – mimpi semu belaka.Dengan sinarnya pula kita merasa kepanasan,seperti membakar tubuh kita,tapi itu ia lakukan untuk membakar semangatmu berlomba – lomba mencari kebaikan.

Seorang Kader Dakwah sudah sepatutnya  mencontoh Sang Surya ini,bagaimana ketulusan ,dedikasi serta pengorbanan tanpa pamrih ia persembahkan untuk bumi ini.Sudahsepatutnya bagi seorang Kader Dakwah untuk tidak lagi membeda – bedakan objek dakwahnya, di tempatkan di manapun ia.Dengan ikhlas ia pikul amanah ,ia tebar risalah Islam ke Penjuru Dunia ,tidak ada satupun yang luput dari cahaya kebenaran itu.

Selayaknya seorang Kader Dakwah untuk gunakan seluruh potensi yang ada di dirinya untuk menyinari bukan sembunyi.Ketika ada yang menghalangi ia tak akan menyerah untuk terus menebar cahaya kebenaran,ia akan terus berusaha karena ia yakin Allah akan menolong mereka.Seperti cahaya matahari yang sinarnya di halangi oleh awan hitam,dengan  semangat pantang menyerah ia terus berusaha ,sehingga datanglah pertolongan berupa angin yang akan menyingkirkan awan hitam itu.

Seorang Kader Dakwah  akan terus menerangi dan memerangi kemungkaran sampai batas waktu yang telah di tentukan.Hanya kematian yang dapat menghentikan perjuangannya.Sampai tatkala saat itu tiba,saat – saat ia di panggil olehPenciptaNya.Pergi untuk bertemu Tuhannya yang selama ini ia rindui.Dengan senyuman dan ketenangan ia pergi dari dunia fana ini,dengan meninggalkan banyak pelajaran bagi yang masih hidup.

Seperti Matahari yang telah seharian penuh menyinari ia tenggelam dengan meninggalkan keindahan dan ketenangan ,tidak ada kesedihan di sana karena sesungguhnya Ia kekal di sisi TuhanNya.

 

2.KADER DAKWAH ITU ….

Para pejuang tangguh,pahlawansejati.Tidak ada kata takut dalamKamusnya.Yang ada 2 pilihan dalam hidupnya “Hidup mulia atau Mati sebagai Syuhada”

Tidak ada pejuang tangguh atau pahlawan sejati selain Kader Dakwah,setiap kujumpai mereka di manapun berada.Mereka adalah kumpulan para pemuda – pemuda yang memiliki jiwa – jiwa pahlawan mereka adalah para pejuang – pejuang tangguh.Sangat sulit mengalahkan mereka ,kecerdasan otaknya,kecakapan berpikirnya serta ketangkasannya bertindak membuat ia menjadi Pahlawan sejati.Siapapaun yang berhadapan dengannya akan di buatnya takut ,seperti Umar yang mengatakan kepada para penduduk Makkah bahwa ia akan Hijrah ke Madinah,”jika ada seorang yang mau menghalangiku,biarkan iakeluar.Aku yakin bahwa Ibunya akan menangis untuk hidupnya”.Tidak ada satupun yang menerima tantangan dari Umar r.a .Ia satu satunya orang yang HIjrahi dengan berani secara terang – terangan  ke Madinah.

Atau seperti Khalid bin Walid yang tak pernah sedikitpun takut memium racun yang di berikan kepada musuhnya untuk membunuhnya.Walaupun mukanya sempat merah karena racun,tapi dengan bismillah ia kembali sehat seperti tidak meminum racun.Para Kader Dakwah tidak pernah takut atas bayaha yang mengancam,karena ia yakin hanya Allah selalu bersamanya.

Makna hidup mulia yang saya pahami adalah hidup yang senantiasa mendatangkan kebaikan dan manfaat baik bagi diri sendiri terlebih lagi bagi orang lain, maka saya melihat hidup mulia bukanlah sekedar sebuah pilihan, melainkan suatu kewajiban. Terlepas adanya balasan atau tidak, ada pahala atau tidak, ada surga atau tidak, hidup mulia itu harus. Dan ketika hidup dalam kemuliaan sudah dicapai, maka tidak ada lagi ketakutan untuk menghadapi kematian, karena bagi orang-orang yang hidup dalam kemuliaan, kematian hanya seperti tidur sesaat untuk kemudian bangun di kehidupan yang lebih baik.

Dan janganlah kalian kira orang-orang yang terbunuh di jalan Alloh itu mati, akan tetapi mereka hidup di sisi robb mereka mendapatkan rizki.”(Ali ‘Imron 169)

Seperti tidur yang memulihkan semua kepenatan perjuangan yang telah di lalui,seperti tidak pernah mengalami kepenatan yang sangat karena memikirkan perbaikan umat,seperti tidak pernah mengemban amanat,semua terlepas bagaikan mengenggam air.

Bangun dari tidur akan terlihat kehidupan yang sesungguhnya di mana keyataan dan hasil perjuangan telah di rasakan,tiada lagi kesusahan yang ada Cuma kesenangan.

3.KADER DAKWAH ITU ….

Adalah himpunan dari orang – orang pilihan dari berbagai kabilah,berhimpun dalam dzikrullah.Mereka memilih kalimat – kalimat terbaik sebagaimana orang memilih kurma terbaik (HR.Thabrani)

Mereka adalah golongan yang sangat bervariasi ,apakah namanya sufiah,salafiah,ashalah,tarbiah atau apapun namanya dengan berbagai karateristik masing – masing itu mereka gunakan memberi manfaat kepada sesama bukan malah menghancurkan sesama.Bersatu – padu ia bekerja dengan satu Tujuan yaitu Tegaknya Dinullah.Persaudaraan yang terjalin antara Kader Dakwah tidak mengenal suku,bangsa,ras,serta warna yang menyatukan mereka ialah Islam dan mereka berjuang untuk Tegaknya Islam.Sampai – sampai Rasulullah SAW memuji mereka “Dari arah Kanan Allah dan Kedua Tangan Allah ada orang – orang,bukan anbiya’ dan bukan para syuhada,sinar wajah mereka memenuhi seluruh mata yang melihat.Mereka diIri’i oleh para anbiya dan syuhada karena kedudukan dan kedekatan mereka dengan Allah.”Seseorang bertanya;Ya Rasulullah,siapakah mereka ?”Rasul menjawab : “Mereka Adalah himpunan dari orang – orang pilihan dari berbagai kabilah,berhimpun dalam dzikrullah.Mereka memilih kalimat – kalimat terbaik sebagaimana orang memilih kurma terbaik (HR.Thabrani).

Sesama Kader Dakwah sudah sepatutnya  saling membantu bukannya saling   membahu,membelakangi  satu sama lain.Mereka juga seharusnya saling mendukung bukannya saling menghadang.Bagaimana bisa Tegak kalau pendirinya saja tak tegar,bagaimana bisa solid jika pendirinya saja mencair.Sungguh kau tidak akan membuat patung dari air kalau tidak membekukannya terlebih dahulu.

4.KADER DAKWAH ITU ….

Bagaikan Air yang terus mengalir dari ketinggian menuju tempat yang rendah ,Kemurnianya mengisyaratkan  keSucian yang hakiki.Tenangnya membawa manfaat.Ketika ada yang mencoba menghalangi jalannya,maka dia akan menunggu dengan sabar mengumpulkan kekuatan untuk menerjang semua penghalangan,tidak ada kata menyerah bagai air selama ia mengalir.

Kita akan menjumpai banyak kotoran yang terdapat pada genangan air yang diam,bila saja air itu mengalir maka tidak akan ada kotorang yang akan mengendap.Dengan mengalir pula kemurniaan air itu bisa di jaga.Danhanya air yang bergerak saja atau yang mempunyai arus saja yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai energi.

Seorang Kader Dakwah yang tidak bergerak atau bergabung bersama pergerakan (Harokah) maka ia tidak akan banyak memberi manfaat.Kita akan mendapatkan kemuliaan dengan bergerak dan apabila kita diam maka kita akan terjatuh.Bergabung bersama pergerakan akan memudahkan kita dalam beramal.Karena tidak di pungkiri lagi ada Amal – amal jama’i yang harus di lakukan bersama,Ada agenda –agenda besar yang  harus segera di selesaikan,ada beban yang berat yang harus di topang bersama – sama.Jikalau para sahabat tidak bergabung bersama pergerakan yang di bangun Rasulullah SAW maka  bisa di pastika Islam mudah di kalahkan .

Seperti halnya satu buah batang lidi yang mudah di patahkan tetapi puluhan batang lidi yang di kumpulkan dan di susun menjadi satu akan lebih kuat dan tidak mudah di patahkan.Yangterpenting dari itu semua,satu batang lidi tidak akan mampu mengusir kotoran apapun tetapi berkumpulnya batang lidi menajdi satu akan mampu membersihkan kotoran yang ada.

Seperti air yang tergenang di bak – bak rumah,drum –drum,gentong – gentong air yang di simpan maka akan kita jumpai kotoran – kotoran yang mengendap di permukaan tempat penyimpanan tadi,walaupun di tutup tetap saja ,pasti akan tetap kotor,bahkan air yang tidak bergerak menjadi wadah penyakit utnuk berkembang biak.

 

 

5.KADER DAKWAH ITU ….

Kekuatan besar yang di himpun oleh golongan yang sedikit yang bergabung bersama Kebaikan mereka melawan Kemungkarang yang di himpun oleh Golonganyang besar tapi Lemah.

Perang Qadisyiah yang terjadi bulan Muharram,14 H (Juni,637 M),Kaum Muslimin di bawah komando Sa’ad bin Abi Waqqash r.a yang berjumlah 28.000 ribu melawan pasukan Persia di bawah panglima terkenalnya Rustam  yang berjumlah 120.000 ribu (empat kali lebih besar dari tentara Islam).Perang ini berlangsung selama 4 hari dengan kemenangan kaum muslimin.

Mungkin masih banyak lagi kisah – kisah yang menunjukkan kemenangan yang di peroleh kaum muslimin saat itu,seperti Perang Bad’r,Khandak,Yarmuk,dan lainya semua dengan komposisi yang tidak adil,tapi itu semua bukan penghalang bagi kaum Muslimin atau membuat nyali mereka menciut melihat musuh yang lebih banyak dan besar.

Kunci kemenangan kaum Muslimin pada sat itu ialah karena mereka sepenuhnya melaksanakan sepenuhnya ajaran Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.Mereka menjadi kuat dengan itu,mereka menjadi benyak dengan itu.

Pernah suatu ketika tatkala kaum Muslimin di bawah komando Amr bin Ash r.a ,sedang melakukan pengepungan  terhadap Alexandria (Iskandaria),kaum muslimin melakukan blokade terhadap kota tersebut selama 6 bulan,tetapi tak mendapatkan  hasil,kota Alexandria tidak berhasil di taklukan.Melihat kondisi tersebut Umar bin Khattab r.a mengirimkan surat kepada Amr bin Ash r.a,beliau menuliskan “Aku khawatir bahwa kaum Muslimin tidak melaksanakan sepenuhnya ajaran Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.Oleh karena itu mereka hendaklah menjadi tegas lagi atas hal itu … Kemudian cobalah memberikan pukulan terakhir kepada musuh”.

Amr bin Ash r.a membacakan surat tersebut di hadapan kaum Muslimin.Segera setelah mendengan surat dari Khalifah maka kaum Muslimin bersegara melaksanakannya.Akhirnya pada tahun 624 M (20 H) Alexandria berhasil di taklukan olek kaum Muslimin.

 

6.KADER DAKWAH ITU ….

Pahlawan yang mendasarkan perjuangannya hanya kepada Allah,Di hatinya terpancar cahaya ke Ikhlasan.

Seorang Kader Dakwah tidak akan mengatasnamakan perjuangan untuk mencari penghargaan dari manusia.Mereka justru mengatsnamakan semua perjuangannya itu hanya untuk Allah SWT semata,karena ia tau bahwa Allah merupakan Tuhan yang mengatur,melindungi dan pemberi nikmat.

Seorang Kader Dakwah mendasarkan semua perjuangannya pada penilaian yang sebenarnya,yaitu Allah pemilik timbangan yang adil.Mereka tidak akan mendasarkan perjuangannya atas penilaian manusia,karena hal ini akan membawanya kepada kesesatan.Memang konsekuensi dari perjuangannya tidak di raih di dunia yang fana dan terabtas ini,tapi mereka meyakini dan percaya akan surga yang sudah menjadi tempat kembalinya nanti,dan ini sudah lebih dari cukup.

DI hatinya terpancar ke Ikhlasan dan itu merupakan sumber kekuatannya.Bagaimana mungkin seorang Kader Dakwah merasa rendah dan resah,sedang ia selalu berhubungan dengan Tuhannya.Bagaimana mungkin seorang Kader Dakwah

7.KADER DAKWAH ITU ….

Surga merindukan mereka,nama – nama mereka terukir indah di surga,bidadari nan elok rupanya menunggu kedatangannya.Mereka adalah para Pewaris Surga.

Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita, dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia- sia dan dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, tahta-tahta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga ?. Tapi itu semua ialah kepastian bagi para Kader Dakwah,Allah SWT telah membeli jiwa-jiwa mereka dengan Surganya.

Mereka di dunia mendapatkan siksaan, merasakan sakit,patah kaki dan tangan,merasa kepanasan dan kedinginan dalam berjuangan,merasa kelaparan dan lainnya. Sungguh seuatu penderitaan yang berkepanjangan.Tapiitu semua wajar karena untuk memperoleh kesenangan jalan yang kita tempuh terlebih dahulu ialah kesengsaraan,di sinicara Allah menyeleksi hamba-hambanya yang layak untuk memasuki Surga-Nya.

Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari yang kita makan dan minum di dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua. Kalian tidak akan menemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat, yaitu orang yang tidak percaya pada Allah dan mengingkari-Nya, akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah, sehingga pantas mendapat surga, akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.

8.KADER DAKWAH ITU ….

Orang – orang yang bergerak tatkala orang lain diam,Orang – orang yang berusaha mencapai kemuliaan di saat banyak orang menghinakan dirinya sendiri.

Ketika ramai orang-orang tenggelam dalam syahwatnya yamgmelenakan.tanpa ragu mereka terus melangkah dan melanjutkan langkah salahnya dan akhirnya tercebur ke kubangan lumpur hitam tanpa batas.Meraka menduga dengan hidup seperti itu bisa membuat senang dan terlepas dari belenggu masalah,mereka berpikir untuk senang – senang di dunia dan di akhirat juga mendapat surga.

Tapi di tengah semua itu para Kader dakwah hidup di tengah mereka bagai barang bersih bagi baik.Walaupun mereka seorang diri,seorang Kader Dakwah tidak akan pernah merasa hina dan sedih.hatinya tidak pernah tertarik utnuk melepas jubah Imannya yang bersih dan suci itu untuk ikut terjun ke kubangan lupur maksiat.Seorang Kader Dakwah akan tetap bangga dengan nikmat Iman dan lezatnya akidah yang di dapatnya.

Seorang Kader Dakwah akan tetap tegak dengan Islam di genggamannya,walaupun terasa panas bagai menggenggam bara api terasa dingin di tangannya.Terkadang pendirian seorang Kader Dakwah akan di ejek,di hina bahkan mereka dengan lantang menertawakan nilai –nilai yang di yakininya,dalam kondisi sosial yang sudah lari dari agama,nilai,dan budi pekerti yang Islami.Namun para Kader Dakwah tidak akan pernah merasa terhina bahkan sedih atas hal itu karena ia tau janji Allah.

Ali Imran : 139

Para Kader Dakwah tau betul sebenarnya siapa yang hina dan kotor itu,sehingga ketika mereka di cemooh maka mereka akan dengan sabar menerima cemoohan dan ejekan ,karena mereka tau justru mereka yang mengejek itulah orang yang hina dan kotor.Kader Dakwah tau betul kemana arah mereka itu akan menuju dan kemana pula arah akhir tujuan golongan yang senantiasa menyedihkan itu.

Al mutafifin : 29 – 36

9.KADER DAKWAH ITU ….

Jiwa – jiwa periang.Senyumnya mengobati jiwa yang terluka,nasehatnya bagaikan angin yang melegakan ,ia datang membawa harapan.

Tidak pernah ku jumpai di manapun ada Kader Dakwah yang bersedih,mengeluh akan masalah yang di alaminya.Padahal saya tau betul betapa banyak masalah,amanah yang sedang di pikulnya,tetapi mereka tidak pernah mengeluh atau protes dengan semua itu karena mereka menganggap itu semua cobaan yang apabila dapat di selesaikan akan berbuah manis menajdi kemuliaan baginya dan menaikan derajatnya.

Hidup adalah menyelesaikan Masalah,sehingga sudah semestinya kita menghadapinya bukan malah menghindarinya.

10.KADER DAKWAH ITU ….

Bukan teroris,justru mereka melawan teroris.Mereka mengaji bukan untuk anarki,mereka hanya mengikuti sunnah bukan haus darah.

Kader Dakwah bukanlah teroris,mereka juga bukan para penjagal yang haus darah atau para penjajah yang rakus akan wilayah.Mereka Kader Dakwah adalah orang – orang yang paling baik yang pernah aku jumpai,mereka senantiasa mengenggam erat tanganmu ketika bertemu,selalu tersenyum ketika berpapasan seraya mengucapkan doa agar keselamatan senantiasa terlimpah kepadamu.Mereka selalu mengajarkan kebenaran dan menunjukkan ke jalan yang benar.Tidak wajar bila ada orang yang terancam oleh tingkahnya.

Bagaimana mungkin orang – orang seperti mereka bisa membunuh bahkan menteror sesama.Saya orang yang tidak percaya dengan itu semua.Para Kader Dakwah adalah orang – orang santum,baik perangainya.Mereka menebar rahmat ke semua makhluk baik ke sesama manusia,kepada hewan dan tumbuhan atau bahkan lingkungan.

Bahkan ketika akan perangpun mereka tetap menjaga norma –norma yang telah di perintahkan oleh panglimanya,mereka di larang membunuh orang yang tidak ikut berperang,di larang membunuh anak – anak,wanita dan orang tua,mereka juga di larang menghancurkan rumah ibadah,atau untuk sekedar menebang pohon atau merusak lingkunganpun mereka di larang.Bagaimana mungkin orang yang memiliki akhlak seperti ini bisa di anggap teroris,penjajah !.

Mereka para Kader Dakwah adalah orang – orang yang biasa sama seperti kita semua,mereka senantiasa melakukan kebiasan – kebiasaan sama seperti kita,hanya saja mereka mengikuti sunnah yan telah di contohkan Nabinya,dan itu yang membuat dia memiliki style yang berbeda.

Saya juga tidak habis pikir bagaimana mereka di tuduh teroris,isi tas mereka saja hanya Al Qur’an dan buku –buku agama,bukan senjata,granat atau bom yang siap meledak.Untuk membersihkan giginya saja mereka menggunakan ranting tanaman (siwak) bukan menggunakan AK 47,dari mana berbahayanya orang seperti ini ?,mengapa mereka selalu di curigai hanya karena mengikuti sunnah,mengapa mereka di tangkapi hanya dengan alsan terlibat teroris.

Bukankan sudah nampak teroris sesungguhnya,harusnya merekalah yang di tanggap,mereka telah menebar ajaran sesat,mereka telah mendzolimi kaum muslimin,mereka telah melakukan pemurtadan,mereka yang telah menuduh kaum muslimin itu lah Teroris yang sebenarnya.Bukan malah menangkap orang – orang yang berusaha memperbaiki akhlak bangsa ini.

Mereka berkumpul di masjid atau di sebuah tempat bukan untuk merencanakan makar tetapi merencanakan sebuah perbaikan apalagi kalau di tuduh  kerusakan justru mereka berkumpul untuk melakukan perbaikan.Mereka mengaji bukan untuk menjadi anarki,mereka bukan Teroris mereka adalah Kader Dakwah.

11.KADER DAKWAH ITU ….

Pemilik Izzah yang sesungguhnya,Jangan pernah mencoba mencoba menghancurkan pemilik Izzah,karena ia akan menghancurkanmu.

Suatu hari panglima Persia yang terkenal Rustum sedang membuat gapura tendanya pendek,hal ini sengaja ia lakukan agar panglima muslim yang telah ia undang secara tidak langsung akan membungkukan badanya di hadapan Rustam ketika akan masuk tenda. Pada saat itu utusan kamu di wakili oleh Ribi bin Amir.

Ketika Ribi bin Amir akan masuk ,beliau sempat berfikir sejenak dan hanya dengan hitungan detik beliau mengetahui tujuan dari dibuat pendeknya gapura tenda Rustum.Didalam jiwa Ribi bin Amir haram tunduk kepada manusia apalagi yang kafir,maka untuk membalas jebakan yang di buat Rustam beliau memasuki tenda dengan cara berbalik.Tahu kah apa yang terjadi ?,bukannya penghormatan yang di dapat Rustam tetapi hinaan yang sangat luar bisa,bokong dari Ribi lah yang duluan masuk tenda.

Mereka para Kader Dakwah adalah pemilik Izzah yang sesungguhnya,jika kau menghina pemilik Izzah,maka siap – siaplah ia akan mengembalikan hinaan itu ke penghinanya,itulah yang di alami oleh Rustam sang Panglima Persia.

Atau seperti Sayyid Quthb ketika beliau diminta untuk menandatangini surat pengakuan dosa,beliau yang dengan kondisi sangat tersiksa pasti secara logika akan mau menandatangani surat tersebut,agar bisa bebas.Tapi hal itu tidak berlaku bagi Sayyid Quthb,dengan Izzah yang kuat beliau menolak untuk menandatangani surat tersebut seraya berkata “Jari telunjukku yang setiap hari bersaksi akan Ke Esaan Allah SWT terlalu hina untuk menulis pengakuan yang tak pernah aku lakukan.Bila aku di hukum secara benar maka aku rela dengan hukum kebenaran.Bila aku di hukum secara bathil,aku terlalu hina untuk meminta belas kasihan dari pemerintahan yang bathil.

Dengan Izzah yang kuat ini para Kader Dakwah akan membangun Sejarah Islam,karena sejarah hanya di buat oleh tangan – tangan orang yang yakin lagi kuat tekadnya.Dengan Izzah,langkah di titih di atas wahyu dengan semangak berkorban maka kejayaan Islam akantegak.Tidak akan ada yang berani melawan sang pemilik Izzah yang sesungguhnya.

12.KADER DAKWAH ITU ….

Pemimpin besar yang menggetarkan kekaguman …

Panglima yang cerdik dalam memimpin pertempuran …

Guru yang banyak melahirkan jundullah – jundullah hebat …

Ada kisah menarik tentang profil seorang Kader Dakwah,kisah ini dari Imam Hasan Al Banna,”Pada Kamis ba’da Ashar di hari terakir kerjanya,seorang Kader Dakwah keluar dari bengkel tempat ia bekerja,malam hari ia sudah memberi ceramah di sebuah pertemuan beberapa kilometer dari rumahnya.Esok Jum’atnya ia berkhutbah dengan bagus di tempat lain yang cukuk jauh.Ashar ia memberi pengarahan pada sebuah Mukhayyam yang di ikuti ratusan pemuda.Ba’da Isya’ ia menyampaikan arahan dalam daurah besar.Ratusan kilometer 30 jam yang di tempuhnya ,benar – benar perjalanan yang melelahkan.Bukannya lelah atau mengeluh karea letih berdakwah,malahan ke esokan harinya dengan wajah cerah dan penuh senyuman ia datang di tempat kerjanya paling pertama.Tidak tergambar sedikitpun rasa lelah yang dialaminya.

Atau seperti para Sahabat  yang selalu menyertai Rasulullah berperang.Serbuan yang bertubi – tubi di alami parasahabat.Semua itu pasti membuat fisik dan mental mereka pasti lelah.Bukantidak di berikan waktu istirahat oleh Nabi,justru di saat jeda waktu perang itu ada waktu utnuk istirahat,tapi yang dilakukan oleh para Sahabat itu ialah tidak istirahat.Mereka menggunakan jeda perang mereka untuk memperbanyak ibadah,menebar dakwah,berlatih perang.Tidak tergambar kelelahan para Sahabat waktu itu,padahal ia telah berperang sebanyak 63 kali entah itu di bawah pimpinan langsung Rasulullah atau tidak.

13.KADER DAKWAH ITU ….

Mereka adalah Kader Partai Dakwah yang lahir dari Rahim Tarbiah

Mengapa orang begitu sinis dengan Poliitik ? ,mengapa mereka tidak mau berpolitik ?,Apakah Politik itu haram seperti haramnya berzina atau membunuh atau merampok.Ku tepis semua sangkaan itu dan ku anggap engkau berlaku seperti itu mungkin karena kecewa dengan ulah para Politisi.Engkau mungkin sudah muak dengan bualan janji – janji para Politisi tanpa bukti.

Ketahuilah era Dakwah modern seperti ini memaksa para Kader Dakwah untuk ikut terjun ke lancah Politik.Bukan haus akan kekuasaan atau demi kepentingan materi,mereka justru datang untuk meninakkan politik bangsa ini yang begitu liarnya.Begitu liarnya politik bangsa ini sampai – sampai mereka rela memakan saudaranya sendiri,mereka berteman dan bermusuhan pun hanya karena keuntungan,semua yang dilakukan demi keuntungan.

Mereka Para Kader Dawkah di dalam era Dakwah kelembagaan mengambil bentuk Partai semata – mata untuk ikut berpacu dan bergerak dalam kendaraanya.Dengan segala usahanya,walaupun sedikit demi sedikit mereka telah menyusun Peradaban Islam,mereka memahat huruf – huruf sejarah agar nanti menjadi kalikmat peradaban.

Mereka kumpulkan batu – batu bekas kehanjuran negri ini untuk membuat tangga yang akan membawa mereka ke puncak kekuasaan dan memborong seribu kursi perwakilan.Itu bukan kenistaan karena mereka sudah hampirmencapainya.Dan bila engkau masih kurang yakin dengan kami,dengan jalan yang kami ambil bahkan engkau menganggap popularitas ini adalah kebetulan dan akan turun,maka lihatlah suatu saat nanti pasti akan kamibuktikan.Jalan yang kami tempuh ini adalah jalan yang benar sesuaisyariat.Dan dengan jalan ini kami akan memimpin Dunia.

14.KADER DAKWAH ITU ….

Adalah gerak yang tak kenal henti …

Adalah keteguhan yang tek kenal menyerah …

Bila di suruh selalu merespon,Bila di panggil segera datang

Totalitas mereka utnuk Islam tidak diragukan lagi !

Para kader dakwah ibarat pohon yang telah banyak menghasilkan buah – buah manis bagi negri ini,bagai tanaman yang harum baunya lagi indah warnanya.Mereka semua adalah gambaran nyata dari totalitas.Totalitas ini juga yang membawa seorang preman dan orang yang paling membenci Islam seperti Umar bin khattab menjadi Khalifah ke II dan membawa Islam ke Abad ke Emasannya.

Totalitas para Kader Dakwah merupakan komitmen untuk mewujudkan harapan dan memberi makna kehidupan.Totalitas ini sesuai firman Allh SWT  pada Surah Al An-Fal (8 ) ayat 24 :

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.

Para Kader Dakwah sudah siap dengan kelengkapan dan bekalnya,memusatkan secara penuh seluruh perhatian dan fikirannya.Totalitas mereka tak tanggung –tanggung,mereka rela meninggalkan harta benda dan hidup kaya seperti Mush’ab bin Umair,atau seperti Salman Al Farisi yang berjalan mencari dari Persia sampai ke Madinah demi bertemu Rasulullah dan ingin mengenal Islam.

Totalitas para Kader dalam berdakwah nampak dari guratan wajahnya,terpancar jelas dari kilau matanya dan suaranya terdengar tajam dari kalimat – kalimat lisannya,dan semua itu terbakar hebat di dalam hatinya.

15.KADER DAKWAH ITU ….

Mereka yang menjadikan shalat,Ibadah,hidup dan matinya hanya untuk Allah SWT semata.

Demikianla sebenarnya Kader Dakwah itu,sosok mereka ialah gambaran dari penghambaan kepada Allah,di mulai dari torehan kuas-kuas keyakinan dan pandangan hidup setiap individunya.Ditambah dengan hiasan warna ritual ibadah nan Khusyu’,serta sampai pada kehidupan sosialnya.Begitu indah Lukisan seorang Kader Dakwah tadi ketika ia menjadikan Allah sebagai satu-satunya objek dari perjangannya.

Mereka para Kader Dakwah tahu benar bahwa tidak dikatakan sebagai hamba Allah jika ia mengarahkan ritual peribadatannya kepada selain Allah,atau mengiringi peribadatannya kepada Allah dengan periabdatan kepada selainAllah.Hal ini sesuai Firman Allah pada Surah Al An-am ayat 162 -163 :

“Katakanlah,”Sesunguhnya Shalatku,Ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah ,Tuhan semesta alam,tiada Tuhan sekutu baginya,dan demikian itulah yang di perintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (Kepada Allah).”

Para Kader Dakwah tau bahwasannya tidak dikatakan sebagai hambaNya,ketika seorang menerapkan syariat selain yang berasal dari Allah yang telah di contohkan Rasulullah,seperti dalam FirmanNya pada Surah Al – Hasyr ayat 7 :

“…Apa yang di berikan Rasul keapdamu maka terimalah dia.Danapa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah …”

 

Sebagaimana yang telah di kemukakan di atas,penghambaan kepada Allah harus tergambar secara riil di dalam keyakinan dan pandangan hidup.Maka,alangkahbaiknya dan beruntungnya para Kader Dakwah yang telah menjalankan hakikat perjuangan Islam ini.

16.KADER DAKWAH ITU ….

Mengakui bahwasannya tiada tuhan selain Allah,dan mereka juga mengakui bahwasannya Muhammad SAW adalah utusanNya.

Suatu mansyarakat tidak dinamakan sebagai masyarakat Islam hanya karena terdiri dari orang-orang yang menamakan dirinya orang-orang islam.begitu pula halnya seorang tidak dinamakan sebagai Kader Dakwah jika itu hanya mengakui dirinya Islam,tanpa menjadikan syariat Islam sebagai panduan hidupnya.

Seorang Kader Dakwah bukanlah individu yang menetapkan dirinya “ISLAM” buatan sendiri,dengan enaknya merubah segala perintah dan kewajiban ,menambah dan mengurangi sesuka hati,sungguh mereka bukanlah para Kader dakwah,mereka adalah orang-orang jahiliah yang mengatasnamakan islam sebagai landasanpergerakannya.Para Kader Dakwah menajdikan syariat Islam sebagai hokum,menjalankan kewajiban-kewajiban seperti Shalat,puasa dan melakukan haji sesuai dengan rukun Islam.Sedangkan para orang-orang jahilia tadi menerapkan syariat berdasarkan logoka dan nalar mereka.

Bentuk dari keompok ini bermacam-macam,namun semuanya tetap satu yaitu “Kelompok Jahiliyah Modern”.Ia terkadang suatu kelompok yang tidak percaya kepada Allah,terkadang member penafsiran dialektis materelistis kepada Islam,menerapkan system sosialisme ilmiah,menuhankan akalnya.Ia juga terkadang kelompok terkadang kelompok yang memang percaya Allah,tetapi ia menganggap Allah hanya berkuasa di langit dan tidak berkuasa di dunia.Sehingga mereka tidak menerapkan syariat di dunia,mereka memang membolehkan melakukan Ibadah di masjid dan memang ia melakukan itu juga.Mereka itu semua ialah kelompok yang benar-bar ingkar,mereka telah berani menghapus ketuhanan Allah di muka bumi,padahal Allah telah berfirman pada Surah Az-Zukhruf ayat 84 :

“Dan dialah Tuhan (yang di sembah) di langit dan Tuhan (yang di sembah) di bumi dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”

Sungguh Para Kader Dakwah amat jauh dari contoh-contoh di atas.Mereka sungguh-sungguh mengakui bahwa ”Tiada Tuhan selain Allah yang pantas di sembah,dan bersaksi bahwa Muhammad ialah sebenar-benarnya utusan Allah”,mereka menjalankan Syariat Allah sebagai landasan Hukum dlm kehidupan di dunia dan akhirat.Sangat tampak jelas sebenarnya siapa yang menjadi Kader Dakwah yang terdepan dan siapa yang menjadi Kader Jahiliah yang terbelakang.

17.KADER DAKWAH ITU ….

Buah dari Pohon yang berkesinambungan dan akan terus tumbuh besar lagi berbuahbanyak.Akan bermunculan tunas-tunas tangguh akan tumbuh dan menumbuhkan tunas yang lebih banyak lagi.

Para Kader Dakwah merupakan bibit dari buah Peradaban.Merka akan terus tumbuh dalam akidah yang datang dari Allah,di pupuk dengan satu konsepsi tersendiri tentang eksistensi,kehidupan,sejarah,nilai-nilai luhur serta tujuan.Mengakar kuat satu manhaj untuk bertindak,sebagai aplikasi dalam kosep membangun Peradaban Islam.

Pergerakan para Kader Dakwah dalam membentuk satu peradaban tidak lepas dari konteks tadi.Mereka dengan konsep yang telah di turunkan Allah dan mengikuti tanpa ragu akan konsep ini serta tidak mencampur adukkan dengan konsep-konsep lain buatan manusia,maka peradaban Islam akan terbentuk.Konsep tersebut berupa Akidah yang telah di beri Allah,mereka tidak akan mampu meraih Akidah ini dengan sendirinya,tetapi ia hanya mampu bergerak seiring dengan akidahini.Allah telah menurunkan Akidah ini menuju hati setiap Kader Dakwah.Ketika Akidah menyentuh hati dan tergambarkan dalam kehidupan mereka,maka Islam yang diemban para kader akan dengan cepat pertumbuhannya dan akan tumbuh jauh lagi sampai ke peradaban.

Maka tida heran dari satu Kader Dakwah akan bisa menajdi sepuluh ,dari sepuluh menjadi seratus.Dari seratus akan menjadi seribu.Dan dari seribu akan menjadi sejuta dan akan terus berkembang menajdi se-Milyar dan terus berlipat sehingga akan terbentuklah masyarakat dan akan menajdi satu peradaban besar nantinya.

Generasi yang di bangun dari tangan-tangan para Kader Dakwah inilah yang akan memperoleh pertolongan Allah,mereka senantiasa teguh atas tugas-tugas .

Seperti benih yang mengeluarkan tunasnya,kemudian tunas itu semakin kuat,lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam – penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.(QS.48 Ayat 29)

18.KADER DAKWAH ITU ….

Bagai stu Tubuh,yang apabila satu bagian tubuh merasa Sakit maka akan terasa Sakitlah semua anggota tubuh lainnya.Mereka semua bersaudara satu dengan yang lainnya.

Islam datang memecah dinding pemisah antara bangsa barat dan timur,kulit putih dan hitam,menyatukan suku dan bangsa,mengajarkan kepada manusia banhwa keterikatan anatara sesame manusia tidak di bangun dari hubungan darah,persamaan kultur budaya melainkan mereka bersaudara karenaIslam.Para Kader dakwah telah mencontohkan hal ini,bagaimana mereka di ikat dengan “ISLAM” bukan dengan hubungan keluarga atau persamaan bangsa.

Maka tidak heran para Kader Dakwah ini amat solid bagai satu tubuh.Dengan Islam mereka membebaskan ikatan bumi dan tanah antar sesame mereka,membebaskan ikatan daging dan darah antar sesama mereka.Tanahair mereka ialah bumi yang di tegakannya Syariat Allah.Kewarganegaraannya ialah Akidah kepercayaan kepada sang Pencipta.Undang-undang yang mereka jadikan rujukan ialah Al Qur’an.Keluarga para kader bukanlah bapak,Ibu,saudara,Istri,anak bahkan cucu ,keluarga mereka ialah Iman .

Sehingga generasi yang di bentuk oleh para Kader ini nantinya ialah Generasi Muslim yang bernaung di bawah bendera tauhid,walaupun jenis,bangsa,warna dan tanah berpijak berbeda.

Ali Imran : 110

Seperti Generasi umat ini mencontohkan Abu bakar yang orang Arab,Bilal orang habasyah,Shuhaib yang orang Romawi,salman yang orang Persia,kesemuanya itu membentuk barisan rapid an kokoh dalam Islam sehingga mebentuk satu tubuh yang sehat dan kuat yaitu “ISLAM”.Hubungan seperti inilah yang seharusnya mengisi setiap relung hati para Kader Dakwah agar Islam dapat mencapai kejayaan Emasnya lagi.

19.KADER DAKWAH ITU ….

Bagaikan  cahaya  matahari, menembus ke dalam kalbu menghidupkan cahaya iman ….Dan dalam percakapan atau berdialog, tidak saja ia membuat lawannya terdiam, mengerti dan menerima alasan yang dikemukakannya, tetapi juga menyebabkannya diam terpesona, karena manisnya susunan kata dan keahliannya berbicara … !

Membicarakan seorang  Kader Dakwah memang tak ada habisnya,bagai membicarakan tentang solusi bangsa Ini.Sangat pelik dan berkelanjutan,menguras pemikiran.Allahtelah memberikan contoh nyata pada tema kali ini.Seorang sahabat dari kaum Ansor yang merupakan salah satu orang-orang yag mulia dari kaum Ansor yaitu Sa’ad Bin Mu’adz, Useid Bin Hudlair ,dan dia Abbad Bin Bisyr.’Abbad adalah seorang tokoh yang beroleh karuniaberupa cahaya dari Allah.Penglihatannyayang jelas dan beroleh penerangan,dapat mengetahui tempat-tempat yangbaik dan meyakinkan tanpa mencarinyadengan susah-payah. Bahkan kepercayaan shahabat-shahabatnyamengenai cahaya ini sampai ke suatutingkat yang lebih tinggi, bahwa iamerupakan benda yang dapat terlihat.Mereka sama sekata bahwa bila ‘Abbad berjalan di waktu malam, terbitlahdaripadanya berkas-berkas cahaya dansinar yang menerangi baginya jalan yangakan ditempuh .

Abbad jugalah yang menjadi salah satuman of the match pada peperangan Yamamah ,pada saat itu kaum muslimin terdesak oleh pasukan Musyrik pimpinan Musailamah Al Kazab.Abbad tampil bak di atas podium memberi semangat kepada sisa-sisa kaum Muslimin saat itu untuk tetap mengobarkan semangat jihad sampai menemui syahid.Dari atas gunung dia kembali meyakinkan kepada pasukan kaum mulimin seraya berseru “Hai golongan Anshar  ! Pecahkansarung-sarung pedangmu, dantunjukkan keistimewaanmu darigolongan lain… !” .Bak gayung bersambut,seruan ini di sambut oleh 400 kaum muslimin Ansor dan mereka berhasil mendesak musuh sampai ke lembah Maut.Akhir yang tidak sia-sia,Kaum Muslimin mendapatkan kemenangan,walaupun harus di bayar mahal oleh matinya para Mujahid-mujahid sekaliber Zaid Bin Khataab dan bahkan Abbad sendiri.

20.KADER DAKWAH ITU ….

Mereka adalah sebenar-benarnya sahabat, seperti keluarga yang selalu memberi kasih sayang dan perhatian mereka memberikan lebih karena di meunjuukan jalan kebenaran.

Berteman dengan seorang Kader Dakwah ialah suatu kebanggaan,karena seperti  yang  kita tau bahwasannya para Kader ialah orang – orang yang punya Ideologi dan kepahaman atas Islam,mereka juga kumpulan para intelek – intelek jenius,mereka juga bagai detektif yang selalu memecahkan berbagai persolan hidup dan masalah yang kita hadapi.Berada di dekatnya saja membuat kita tenang dan merasaaman.Bias cahaya yang di pancarkannya seolah menerangi relung hati yang gelap,kehangatannya juga mendekap jiwa ini.

Hanya keuntungan dan hal positif saja yang kita dapat dari berteman dengan Kader Dakwah,seperti yang di isitilahkan oleh Nabiullah Muhammad SAW “Berteman dengan orang baik seperti berteman dengan penjual minyak wangi,kemungkinan kita mendapatkan parfum,walaupun tidak mendapatkannya,minimal kita mendapatkan harus dari bias wewangian yang di jualnya”.Begitulah perumpamaan berteman dengan Para Kader Dakwah,dengan berteman dengannya kita bisa menjadi orang baik seperti mereka,ataupun minimal nama kita ikut menjadi baik lantaran bergaul dengan mereka.

Terkadang kita merasa bahwa mereka para Kader Dakwah itu sangat menaruh perhatian dan kasih sayang  yang teramat ,bahkan mereka sangat peduli sekali kepada kita.Bahkan rasa cinta dan perhatiannya begitu besar mengalahkan rasa cinta dan perhatian yang di berikan oleh keluarga kita sendiri.Sehingga tak heran ada yang beranggapan bahwa Kader Dakwah lebih di cintai dari pada orang tuanya sendiri,mereka berkata “Para Kader memberikan kepadaku jalan menuju Tuhanku,sedangkan orang tua memberikan kepadaku jalan menuju dunia”.

Hubungan yang mengalahkan nasab inilah membuat para sahabat mencintai Rasulullah melebihi diri mereka sendiri.Hubungan rasa cinta ini juga di contohkan para sahabat pada saat itu,bagaimana kaum Anshor rela membagi harta,rumah,bahkan ada yang rela memberikan istrinya hanya untuk sahabatnya yaitu kaum muhajirin.Sungguh potret ukhuwah yang solid.

Maka dari itu Nabiullah Muhammad SAW memerintahkan kepada kita untuk mencari teman yang baik,sholeh seperti para Kader Dakwah ,karena berteman dengan mereka diharapkan kita dapat menjadi baik seperti mereka.Karena karakter kepribadian kita dipengaruhi besar oleh pengaruh lingkungan dalam hal ini di pengaruhi dengan siapa kita bergaul atau berteman.Apabila kita berteman dengan orang jahat maka bisa dipastikan kita akan ikut menjadi jahat,minimal kita di cap orang lain sebagai orang jahat hal ini akibat bergaul dengan orang jahat tadi.Maka dari itu bertemanlah dengan orang baik,diharapkan mudah – mudahan kita bisa ikut menjadi baik,minimal nama kita ikut menjadi baik karena kita bergaul dengan orang baik.Hal ini bisa terjadi karena Masyarakat lebih melihat siapa yang menjadi temannya dari pada siapa dia,apa yang dilakukan temannya maka itulah yang dia lakukan,meski individu tadi tidak melakukannya.

Teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia

Dan jadikanlah dia teman dalam urusanku

Agar kami banyak bertasbih kepadamu

Sungguh Engkau Maha Melihat (keadaan) kami

(QS.TaHa  : 31 – 35)

21.KADER DAKWAH ITU ….

Mereka adalah para Ahli,para penjelajah Cakrawala,di lebatnya belantara lembah Ilmu Pengetahuan.Mereka memberikan Solusi di sertai Aksi buan sekedae Janji.

“Segala suatu penyakit pasti ada penawarnya” merupakan suatu istilah pepatah yang mungkin sudah sngat akrab di telinga kita.Begitu halnya dengan masalah,di turunkan pasti dengan kunci penyelesaiannya.Untukmenyembukan penyakit Allah memberikan amanah kepada perantaranya,yaitu Sang Ahli “Dokter” sebagai wakil Allah untuk menyembuhkan.Begitu halnya dengan berbagai masalah lainnya seperti mobil yang rusak pasti ada Sang Ahli“Montir”,sama halnya seperti penawar hukum punya Ahlinya “Pengacara”,dan untuk menangkapi para Ahli “Kader Dawah” pun membutuhkan Sang Ahli“Densus 88”.

Allah memang tidak menurunkan suatu masalah untuk tidak di selesaikan,karenanya masalah di berikan pasti tidak akan melebihi kapasitas masalah tersebut.Berbicara masalah,siapakah Sang Ahli yang dapat menyelesaikan probelmatika bangsa ini bahkan Umat ini !.Kondisi di mana negera dengan mayoritas Muslim terbesar,tidak mampu menampakan wajahnya di hadapan cermin dunia ,mungkin karena cerminya kotor berdebu sehingga tidak bening lagi atau bahkan kacanya pecah.

Ada satu pertanyaan yang jawabanya hanya satu “ISLAM”,apakah itu ?,coba tanyakan kepada 100 orang saja .Tanyakan kepada 100 orang tersebut tentang semua kejahatan yang pernah di lakukan (Siapakah yag paling banyak melakukan Korupsi ?,Siapakah yang paling banyak melakukan pembunuhan ?,sSiapakah yang paling banyak kaummnya berada di Penjara ?,dll) dan jangan lupa tanyakan agama apa yang dianutnya,pasti dengan jujur orang yang anda Tanya pasti anak menjawab “ISLAM”.Begitulah kondisi Umat Islam Indonesia saat ini,bukannya menjadi contoh malah menjadi cemooh.

Maka dari itu perlu rasanya Sang Ahli“Kader Dakwah” untuk menyelesaikan masalah pelik ini,ketika begitu banyak sudah masyarakat umat ini yang cenderung mengikuti Tsunami Globalisasi yang menghanyutkan pakaian wanitanya sehingga terbukalah auratnya,menghanyutkan akidah pemeluknya sehingga lahirlah bid’ah –bid’ah islam – tradisional (hindu),bahkan Tsunami tersebut berhasil mengeser dan meluluhlantakkan kultur Islam yang telah di anutnya.Coba tanyakan pada diri anda berapa lama anda ber-Islam ??? ,pasti kebanyakan menjawab “dari Lahir”,tapi dengan mudahnya dalah hitungan sepersekian detik ,Tsunami Globalisasi berhasil meluluhlantakan semua itu.Naudzubillah ….

Bangsa ini sungguh merindukan Sang Ahli “Kader Dakwah”,Sang Ahli yang senantiasa mejaga dirinya,senantiasa menyiapkan kapasitas dirinya untuk mewujudkan impian besar Negri dan Umat ini.Bangsa ini butuh segera diperbaiki.Butuh Sang Ahli.

22.KADER DAKWAH ITU ….

Ketika melihatnya engkau langsung ingat Allah,ucapannya akan menambah amalmu dan amalnya membuatmu semakin cinta akhirat.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada me-reka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar-nya.” (Al-Anfal: 2-4)

23.KADER DAKWAH ITU ….

Sabar adalah kunci untuk membuka pintu kemenangan,sabar juga bentuk percaya hamba atas ketentuan Allah,karena di sana ada hasil yang di tunggu,tapi ingat sabar bukan pasrah,pasrah menerima tanpaberbuat.Sabar juga bukan mengalah atau bahkan menyerah,sabar ialah melawan dengan dengan sangat kuat,cermat,tepat menunggu untuk mencari celah bukan malah pasrah.

Sabar juga tidak memiliki batas,dan salah apabila ada yang mengatakan sabar ada batasnya,sungguh itu akibat ia membatasi kesabaran.Bagaiaman nasib penduduk thaif yang menolak ajaran baik nabi dan melemparkan batu sehingga Nabi terluka,apabila Nabi tidak sabar dan membatasi sabarnya maka niscaya tidak akan lahir pada generasi – generasi thaif orang – orang yang membela islam dengan sungguh – sungguh.

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)

 

Setiap Kader Dakwah wajib memiliki “Sabar” di dalam dirinya,karena ia adalah stimulus bagi iman dan merupakan wujud dari ke ikhlasan perjuangan dan murninya akidah.Mengasihi orang yang mendzolimi,memuliakan orang yang selalu menghina,membantu orang yang selalu membuat susah merupakan persoalaan yang susah,bagi mereka yang tidak memiliki sifat sabar di dalam dirinya.

Sabar juga kunci membuka gudang Ilmu pengetahuan,ingat akan ceita Nabiullah Musa a.s yang belajar bersama Nabiullah Khidir a.s,tapi bukannya Ilmu yang beliau dapat malah rasa kesal,karena tidak bias menerima tindakan yang dilakukan oleh Nabiullah Khidir a.s,hanya kata:“Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.(Al Kahfi : 67),yang beliau dapatkan dari mulut Khidir a.s ,sebuah pelajaran bagi para pencari Ilmu.

Sumber: https://suryafribady.wordpress.com/jalan-cahaya/

KADER DAKWAH ITU

Blog Fribady

Skip to content

Kader Dakwah Itu

KATA PENGANTAR

Setiap organisasi, jamaah, suatu perkumpulan atau suatu komunitas bahkan pergerakan (Harokah) apapun namanya tidak bisa lepas dari yang namanya kader. Tidak bisa disebut jamaah atau komunitas kalau hanya ada seorang Qiyadah (Pemimpin) tanpa ada Jundullah (kader).

Seperti segerombolan kambing yang di pimpin oleh serigala akan mampu mengintervensi kawalan serigala yang di pimpin oleh kambing.Sebaik apapun seorang pimpinan,secerdik apapun stategi yang di gunakan, jika ia tidak memiliki kader-kader yang handal dan militan, maka lambat laun akan menjadi orang yang kalah. Begitupun dengan gerakan dakwah, dia harus memiliki kader yang solid, yang bisa diandalkan dan teruji militansinya, tidak mudah goyah dan luntur idealismenya hanya karena remeh temeh permasalahan hidup.

Kader adalah aset termahal bagi sebuah gerakan dakwah (atau organisasi apapun). Jamaah atau organisasi yang memiliki kader-kader yang berkualitas, maka ia akan menjadi jamaah yang solid dan mampu membangun eksistensinya di tengah-tengah masyarakat dan mampu berperan aktif dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kemashlahatan ummat.

Begitu pentingnya Kader tersebut maka saya membuat sebuah buku yang berisi tentang apa,bagaimana dan siapa yang di namakan Kader Dakwah itu .Buku ini juga membuat orang awam untuk bisa lebih mengenal sosok Kader Dakwah yang sebenarnya,serta Buku ini dapat menambah motivasi para Kader Dakwah dalam berjuang.

1.KADER DAKWAH ITU ….

Bagai Sang Surya yang datang dari  ufuk timur ia timbul.Lembut cahayanya menyapa, membangunkan dari  mimpimimpi semu.Cahayanya menghapuskan kegelapan yang telah lama menyelimuti jiwajiwa yang telah tertidur terlelap .Dengan semangat ia terus menerangi dunia,tak ada kata letih dalam dirinya padahal ia telah menyinari daerah lain.Ketika langit di bagian barat menjadi merah, tanda bahwa ia akan pergi,bukan untuk selamanya,karena sesungguhya ia tetap ada.Sangat indah kepergiannya dengan senyuman di iringi suasana tenang ia mulai tenggelam.

Itulah Sang Surya yang sering kita sebut sebagai Matahari.Matahari yang denga Ikhlas selalu menerangi kita,menamani kita seolah – olah dengan cahayanya ia bimbing kita agar tidak tersesat dalam kegelapan pada saat menjalani aktivitas di dunia.Dengan adil tidak pernah membeda – bedakan  dan penuh kepatuhan ia menyinari Bumi ini dan Galaksi ini,tidak ada satu tempat pun di Dunia ini yang luput dari sinarnya.

Suka atau tidak suka 12 jam sehari ia menyinari kita,terkadang menjengkelkan memang Matahari ini,dengan sinarnya ia bangunkan kita secara paksa,ia melarang kita untuk tidak terlalu lama terlelap ,terbuai oleh mimpi – mimpi semu belaka.Dengan sinarnya pula kita merasa kepanasan,seperti membakar tubuh kita,tapi itu ia lakukan untuk membakar semangatmu berlomba – lomba mencari kebaikan.

Seorang Kader Dakwah sudah sepatutnya  mencontoh Sang Surya ini,bagaimana ketulusan ,dedikasi serta pengorbanan tanpa pamrih ia persembahkan untuk bumi ini.Sudahsepatutnya bagi seorang Kader Dakwah untuk tidak lagi membeda – bedakan objek dakwahnya, di tempatkan di manapun ia.Dengan ikhlas ia pikul amanah ,ia tebar risalah Islam ke Penjuru Dunia ,tidak ada satupun yang luput dari cahaya kebenaran itu.

Selayaknya seorang Kader Dakwah untuk gunakan seluruh potensi yang ada di dirinya untuk menyinari bukan sembunyi.Ketika ada yang menghalangi ia tak akan menyerah untuk terus menebar cahaya kebenaran,ia akan terus berusaha karena ia yakin Allah akan menolong mereka.Seperti cahaya matahari yang sinarnya di halangi oleh awan hitam,dengan  semangat pantang menyerah ia terus berusaha ,sehingga datanglah pertolongan berupa angin yang akan menyingkirkan awan hitam itu.

Seorang Kader Dakwah  akan terus menerangi dan memerangi kemungkaran sampai batas waktu yang telah di tentukan.Hanya kematian yang dapat menghentikan perjuangannya.Sampai tatkala saat itu tiba,saat – saat ia di panggil olehPenciptaNya.Pergi untuk bertemu Tuhannya yang selama ini ia rindui.Dengan senyuman dan ketenangan ia pergi dari dunia fana ini,dengan meninggalkan banyak pelajaran bagi yang masih hidup.

Seperti Matahari yang telah seharian penuh menyinari ia tenggelam dengan meninggalkan keindahan dan ketenangan ,tidak ada kesedihan di sana karena sesungguhnya Ia kekal di sisi TuhanNya.

 

2.KADER DAKWAH ITU ….

Para pejuang tangguh,pahlawansejati.Tidak ada kata takut dalamKamusnya.Yang ada 2 pilihan dalam hidupnya “Hidup mulia atau Mati sebagai Syuhada”

Tidak ada pejuang tangguh atau pahlawan sejati selain Kader Dakwah,setiap kujumpai mereka di manapun berada.Mereka adalah kumpulan para pemuda – pemuda yang memiliki jiwa – jiwa pahlawan mereka adalah para pejuang – pejuang tangguh.Sangat sulit mengalahkan mereka ,kecerdasan otaknya,kecakapan berpikirnya serta ketangkasannya bertindak membuat ia menjadi Pahlawan sejati.Siapapaun yang berhadapan dengannya akan di buatnya takut ,seperti Umar yang mengatakan kepada para penduduk Makkah bahwa ia akan Hijrah ke Madinah,”jika ada seorang yang mau menghalangiku,biarkan iakeluar.Aku yakin bahwa Ibunya akan menangis untuk hidupnya”.Tidak ada satupun yang menerima tantangan dari Umar r.a .Ia satu satunya orang yang HIjrahi dengan berani secara terang – terangan  ke Madinah.

Atau seperti Khalid bin Walid yang tak pernah sedikitpun takut memium racun yang di berikan kepada musuhnya untuk membunuhnya.Walaupun mukanya sempat merah karena racun,tapi dengan bismillah ia kembali sehat seperti tidak meminum racun.Para Kader Dakwah tidak pernah takut atas bayaha yang mengancam,karena ia yakin hanya Allah selalu bersamanya.

Makna hidup mulia yang saya pahami adalah hidup yang senantiasa mendatangkan kebaikan dan manfaat baik bagi diri sendiri terlebih lagi bagi orang lain, maka saya melihat hidup mulia bukanlah sekedar sebuah pilihan, melainkan suatu kewajiban. Terlepas adanya balasan atau tidak, ada pahala atau tidak, ada surga atau tidak, hidup mulia itu harus. Dan ketika hidup dalam kemuliaan sudah dicapai, maka tidak ada lagi ketakutan untuk menghadapi kematian, karena bagi orang-orang yang hidup dalam kemuliaan, kematian hanya seperti tidur sesaat untuk kemudian bangun di kehidupan yang lebih baik.

Dan janganlah kalian kira orang-orang yang terbunuh di jalan Alloh itu mati, akan tetapi mereka hidup di sisi robb mereka mendapatkan rizki.”(Ali ‘Imron 169)

Seperti tidur yang memulihkan semua kepenatan perjuangan yang telah di lalui,seperti tidak pernah mengalami kepenatan yang sangat karena memikirkan perbaikan umat,seperti tidak pernah mengemban amanat,semua terlepas bagaikan mengenggam air.

Bangun dari tidur akan terlihat kehidupan yang sesungguhnya di mana keyataan dan hasil perjuangan telah di rasakan,tiada lagi kesusahan yang ada Cuma kesenangan.

3.KADER DAKWAH ITU ….

Adalah himpunan dari orang – orang pilihan dari berbagai kabilah,berhimpun dalam dzikrullah.Mereka memilih kalimat – kalimat terbaik sebagaimana orang memilih kurma terbaik (HR.Thabrani)

Mereka adalah golongan yang sangat bervariasi ,apakah namanya sufiah,salafiah,ashalah,tarbiah atau apapun namanya dengan berbagai karateristik masing – masing itu mereka gunakan memberi manfaat kepada sesama bukan malah menghancurkan sesama.Bersatu – padu ia bekerja dengan satu Tujuan yaitu Tegaknya Dinullah.Persaudaraan yang terjalin antara Kader Dakwah tidak mengenal suku,bangsa,ras,serta warna yang menyatukan mereka ialah Islam dan mereka berjuang untuk Tegaknya Islam.Sampai – sampai Rasulullah SAW memuji mereka “Dari arah Kanan Allah dan Kedua Tangan Allah ada orang – orang,bukan anbiya’ dan bukan para syuhada,sinar wajah mereka memenuhi seluruh mata yang melihat.Mereka diIri’i oleh para anbiya dan syuhada karena kedudukan dan kedekatan mereka dengan Allah.”Seseorang bertanya;Ya Rasulullah,siapakah mereka ?”Rasul menjawab : “Mereka Adalah himpunan dari orang – orang pilihan dari berbagai kabilah,berhimpun dalam dzikrullah.Mereka memilih kalimat – kalimat terbaik sebagaimana orang memilih kurma terbaik (HR.Thabrani).

Sesama Kader Dakwah sudah sepatutnya  saling membantu bukannya saling   membahu,membelakangi  satu sama lain.Mereka juga seharusnya saling mendukung bukannya saling menghadang.Bagaimana bisa Tegak kalau pendirinya saja tak tegar,bagaimana bisa solid jika pendirinya saja mencair.Sungguh kau tidak akan membuat patung dari air kalau tidak membekukannya terlebih dahulu.

4.KADER DAKWAH ITU ….

Bagaikan Air yang terus mengalir dari ketinggian menuju tempat yang rendah ,Kemurnianya mengisyaratkan  keSucian yang hakiki.Tenangnya membawa manfaat.Ketika ada yang mencoba menghalangi jalannya,maka dia akan menunggu dengan sabar mengumpulkan kekuatan untuk menerjang semua penghalangan,tidak ada kata menyerah bagai air selama ia mengalir.

Kita akan menjumpai banyak kotoran yang terdapat pada genangan air yang diam,bila saja air itu mengalir maka tidak akan ada kotorang yang akan mengendap.Dengan mengalir pula kemurniaan air itu bisa di jaga.Danhanya air yang bergerak saja atau yang mempunyai arus saja yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai energi.

Seorang Kader Dakwah yang tidak bergerak atau bergabung bersama pergerakan (Harokah) maka ia tidak akan banyak memberi manfaat.Kita akan mendapatkan kemuliaan dengan bergerak dan apabila kita diam maka kita akan terjatuh.Bergabung bersama pergerakan akan memudahkan kita dalam beramal.Karena tidak di pungkiri lagi ada Amal – amal jama’i yang harus di lakukan bersama,Ada agenda –agenda besar yang  harus segera di selesaikan,ada beban yang berat yang harus di topang bersama – sama.Jikalau para sahabat tidak bergabung bersama pergerakan yang di bangun Rasulullah SAW maka  bisa di pastika Islam mudah di kalahkan .

Seperti halnya satu buah batang lidi yang mudah di patahkan tetapi puluhan batang lidi yang di kumpulkan dan di susun menjadi satu akan lebih kuat dan tidak mudah di patahkan.Yangterpenting dari itu semua,satu batang lidi tidak akan mampu mengusir kotoran apapun tetapi berkumpulnya batang lidi menajdi satu akan mampu membersihkan kotoran yang ada.

Seperti air yang tergenang di bak – bak rumah,drum –drum,gentong – gentong air yang di simpan maka akan kita jumpai kotoran – kotoran yang mengendap di permukaan tempat penyimpanan tadi,walaupun di tutup tetap saja ,pasti akan tetap kotor,bahkan air yang tidak bergerak menjadi wadah penyakit utnuk berkembang biak.

 

 

5.KADER DAKWAH ITU ….

Kekuatan besar yang di himpun oleh golongan yang sedikit yang bergabung bersama Kebaikan mereka melawan Kemungkarang yang di himpun oleh Golonganyang besar tapi Lemah.

Perang Qadisyiah yang terjadi bulan Muharram,14 H (Juni,637 M),Kaum Muslimin di bawah komando Sa’ad bin Abi Waqqash r.a yang berjumlah 28.000 ribu melawan pasukan Persia di bawah panglima terkenalnya Rustam  yang berjumlah 120.000 ribu (empat kali lebih besar dari tentara Islam).Perang ini berlangsung selama 4 hari dengan kemenangan kaum muslimin.

Mungkin masih banyak lagi kisah – kisah yang menunjukkan kemenangan yang di peroleh kaum muslimin saat itu,seperti Perang Bad’r,Khandak,Yarmuk,dan lainya semua dengan komposisi yang tidak adil,tapi itu semua bukan penghalang bagi kaum Muslimin atau membuat nyali mereka menciut melihat musuh yang lebih banyak dan besar.

Kunci kemenangan kaum Muslimin pada sat itu ialah karena mereka sepenuhnya melaksanakan sepenuhnya ajaran Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.Mereka menjadi kuat dengan itu,mereka menjadi benyak dengan itu.

Pernah suatu ketika tatkala kaum Muslimin di bawah komando Amr bin Ash r.a ,sedang melakukan pengepungan  terhadap Alexandria (Iskandaria),kaum muslimin melakukan blokade terhadap kota tersebut selama 6 bulan,tetapi tak mendapatkan  hasil,kota Alexandria tidak berhasil di taklukan.Melihat kondisi tersebut Umar bin Khattab r.a mengirimkan surat kepada Amr bin Ash r.a,beliau menuliskan “Aku khawatir bahwa kaum Muslimin tidak melaksanakan sepenuhnya ajaran Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.Oleh karena itu mereka hendaklah menjadi tegas lagi atas hal itu … Kemudian cobalah memberikan pukulan terakhir kepada musuh”.

Amr bin Ash r.a membacakan surat tersebut di hadapan kaum Muslimin.Segera setelah mendengan surat dari Khalifah maka kaum Muslimin bersegara melaksanakannya.Akhirnya pada tahun 624 M (20 H) Alexandria berhasil di taklukan olek kaum Muslimin.

 

6.KADER DAKWAH ITU ….

Pahlawan yang mendasarkan perjuangannya hanya kepada Allah,Di hatinya terpancar cahaya ke Ikhlasan.

Seorang Kader Dakwah tidak akan mengatasnamakan perjuangan untuk mencari penghargaan dari manusia.Mereka justru mengatsnamakan semua perjuangannya itu hanya untuk Allah SWT semata,karena ia tau bahwa Allah merupakan Tuhan yang mengatur,melindungi dan pemberi nikmat.

Seorang Kader Dakwah mendasarkan semua perjuangannya pada penilaian yang sebenarnya,yaitu Allah pemilik timbangan yang adil.Mereka tidak akan mendasarkan perjuangannya atas penilaian manusia,karena hal ini akan membawanya kepada kesesatan.Memang konsekuensi dari perjuangannya tidak di raih di dunia yang fana dan terabtas ini,tapi mereka meyakini dan percaya akan surga yang sudah menjadi tempat kembalinya nanti,dan ini sudah lebih dari cukup.

DI hatinya terpancar ke Ikhlasan dan itu merupakan sumber kekuatannya.Bagaimana mungkin seorang Kader Dakwah merasa rendah dan resah,sedang ia selalu berhubungan dengan Tuhannya.Bagaimana mungkin seorang Kader Dakwah

7.KADER DAKWAH ITU ….

Surga merindukan mereka,nama – nama mereka terukir indah di surga,bidadari nan elok rupanya menunggu kedatangannya.Mereka adalah para Pewaris Surga.

Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita, dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia- sia dan dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, tahta-tahta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga ?. Tapi itu semua ialah kepastian bagi para Kader Dakwah,Allah SWT telah membeli jiwa-jiwa mereka dengan Surganya.

Mereka di dunia mendapatkan siksaan, merasakan sakit,patah kaki dan tangan,merasa kepanasan dan kedinginan dalam berjuangan,merasa kelaparan dan lainnya. Sungguh seuatu penderitaan yang berkepanjangan.Tapiitu semua wajar karena untuk memperoleh kesenangan jalan yang kita tempuh terlebih dahulu ialah kesengsaraan,di sinicara Allah menyeleksi hamba-hambanya yang layak untuk memasuki Surga-Nya.

Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari yang kita makan dan minum di dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua. Kalian tidak akan menemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat, yaitu orang yang tidak percaya pada Allah dan mengingkari-Nya, akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah, sehingga pantas mendapat surga, akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.

8.KADER DAKWAH ITU ….

Orang – orang yang bergerak tatkala orang lain diam,Orang – orang yang berusaha mencapai kemuliaan di saat banyak orang menghinakan dirinya sendiri.

Ketika ramai orang-orang tenggelam dalam syahwatnya yamgmelenakan.tanpa ragu mereka terus melangkah dan melanjutkan langkah salahnya dan akhirnya tercebur ke kubangan lumpur hitam tanpa batas.Meraka menduga dengan hidup seperti itu bisa membuat senang dan terlepas dari belenggu masalah,mereka berpikir untuk senang – senang di dunia dan di akhirat juga mendapat surga.

Tapi di tengah semua itu para Kader dakwah hidup di tengah mereka bagai barang bersih bagi baik.Walaupun mereka seorang diri,seorang Kader Dakwah tidak akan pernah merasa hina dan sedih.hatinya tidak pernah tertarik utnuk melepas jubah Imannya yang bersih dan suci itu untuk ikut terjun ke kubangan lupur maksiat.Seorang Kader Dakwah akan tetap bangga dengan nikmat Iman dan lezatnya akidah yang di dapatnya.

Seorang Kader Dakwah akan tetap tegak dengan Islam di genggamannya,walaupun terasa panas bagai menggenggam bara api terasa dingin di tangannya.Terkadang pendirian seorang Kader Dakwah akan di ejek,di hina bahkan mereka dengan lantang menertawakan nilai –nilai yang di yakininya,dalam kondisi sosial yang sudah lari dari agama,nilai,dan budi pekerti yang Islami.Namun para Kader Dakwah tidak akan pernah merasa terhina bahkan sedih atas hal itu karena ia tau janji Allah.

Ali Imran : 139

Para Kader Dakwah tau betul sebenarnya siapa yang hina dan kotor itu,sehingga ketika mereka di cemooh maka mereka akan dengan sabar menerima cemoohan dan ejekan ,karena mereka tau justru mereka yang mengejek itulah orang yang hina dan kotor.Kader Dakwah tau betul kemana arah mereka itu akan menuju dan kemana pula arah akhir tujuan golongan yang senantiasa menyedihkan itu.

Al mutafifin : 29 – 36

9.KADER DAKWAH ITU ….

Jiwa – jiwa periang.Senyumnya mengobati jiwa yang terluka,nasehatnya bagaikan angin yang melegakan ,ia datang membawa harapan.

Tidak pernah ku jumpai di manapun ada Kader Dakwah yang bersedih,mengeluh akan masalah yang di alaminya.Padahal saya tau betul betapa banyak masalah,amanah yang sedang di pikulnya,tetapi mereka tidak pernah mengeluh atau protes dengan semua itu karena mereka menganggap itu semua cobaan yang apabila dapat di selesaikan akan berbuah manis menajdi kemuliaan baginya dan menaikan derajatnya.

Hidup adalah menyelesaikan Masalah,sehingga sudah semestinya kita menghadapinya bukan malah menghindarinya.

10.KADER DAKWAH ITU ….

Bukan teroris,justru mereka melawan teroris.Mereka mengaji bukan untuk anarki,mereka hanya mengikuti sunnah bukan haus darah.

Kader Dakwah bukanlah teroris,mereka juga bukan para penjagal yang haus darah atau para penjajah yang rakus akan wilayah.Mereka Kader Dakwah adalah orang – orang yang paling baik yang pernah aku jumpai,mereka senantiasa mengenggam erat tanganmu ketika bertemu,selalu tersenyum ketika berpapasan seraya mengucapkan doa agar keselamatan senantiasa terlimpah kepadamu.Mereka selalu mengajarkan kebenaran dan menunjukkan ke jalan yang benar.Tidak wajar bila ada orang yang terancam oleh tingkahnya.

Bagaimana mungkin orang – orang seperti mereka bisa membunuh bahkan menteror sesama.Saya orang yang tidak percaya dengan itu semua.Para Kader Dakwah adalah orang – orang santum,baik perangainya.Mereka menebar rahmat ke semua makhluk baik ke sesama manusia,kepada hewan dan tumbuhan atau bahkan lingkungan.

Bahkan ketika akan perangpun mereka tetap menjaga norma –norma yang telah di perintahkan oleh panglimanya,mereka di larang membunuh orang yang tidak ikut berperang,di larang membunuh anak – anak,wanita dan orang tua,mereka juga di larang menghancurkan rumah ibadah,atau untuk sekedar menebang pohon atau merusak lingkunganpun mereka di larang.Bagaimana mungkin orang yang memiliki akhlak seperti ini bisa di anggap teroris,penjajah !.

Mereka para Kader Dakwah adalah orang – orang yang biasa sama seperti kita semua,mereka senantiasa melakukan kebiasan – kebiasaan sama seperti kita,hanya saja mereka mengikuti sunnah yan telah di contohkan Nabinya,dan itu yang membuat dia memiliki style yang berbeda.

Saya juga tidak habis pikir bagaimana mereka di tuduh teroris,isi tas mereka saja hanya Al Qur’an dan buku –buku agama,bukan senjata,granat atau bom yang siap meledak.Untuk membersihkan giginya saja mereka menggunakan ranting tanaman (siwak) bukan menggunakan AK 47,dari mana berbahayanya orang seperti ini ?,mengapa mereka selalu di curigai hanya karena mengikuti sunnah,mengapa mereka di tangkapi hanya dengan alsan terlibat teroris.

Bukankan sudah nampak teroris sesungguhnya,harusnya merekalah yang di tanggap,mereka telah menebar ajaran sesat,mereka telah mendzolimi kaum muslimin,mereka telah melakukan pemurtadan,mereka yang telah menuduh kaum muslimin itu lah Teroris yang sebenarnya.Bukan malah menangkap orang – orang yang berusaha memperbaiki akhlak bangsa ini.

Mereka berkumpul di masjid atau di sebuah tempat bukan untuk merencanakan makar tetapi merencanakan sebuah perbaikan apalagi kalau di tuduh  kerusakan justru mereka berkumpul untuk melakukan perbaikan.Mereka mengaji bukan untuk menjadi anarki,mereka bukan Teroris mereka adalah Kader Dakwah.

11.KADER DAKWAH ITU ….

Pemilik Izzah yang sesungguhnya,Jangan pernah mencoba mencoba menghancurkan pemilik Izzah,karena ia akan menghancurkanmu.

Suatu hari panglima Persia yang terkenal Rustum sedang membuat gapura tendanya pendek,hal ini sengaja ia lakukan agar panglima muslim yang telah ia undang secara tidak langsung akan membungkukan badanya di hadapan Rustam ketika akan masuk tenda. Pada saat itu utusan kamu di wakili oleh Ribi bin Amir.

Ketika Ribi bin Amir akan masuk ,beliau sempat berfikir sejenak dan hanya dengan hitungan detik beliau mengetahui tujuan dari dibuat pendeknya gapura tenda Rustum.Didalam jiwa Ribi bin Amir haram tunduk kepada manusia apalagi yang kafir,maka untuk membalas jebakan yang di buat Rustam beliau memasuki tenda dengan cara berbalik.Tahu kah apa yang terjadi ?,bukannya penghormatan yang di dapat Rustam tetapi hinaan yang sangat luar bisa,bokong dari Ribi lah yang duluan masuk tenda.

Mereka para Kader Dakwah adalah pemilik Izzah yang sesungguhnya,jika kau menghina pemilik Izzah,maka siap – siaplah ia akan mengembalikan hinaan itu ke penghinanya,itulah yang di alami oleh Rustam sang Panglima Persia.

Atau seperti Sayyid Quthb ketika beliau diminta untuk menandatangini surat pengakuan dosa,beliau yang dengan kondisi sangat tersiksa pasti secara logika akan mau menandatangani surat tersebut,agar bisa bebas.Tapi hal itu tidak berlaku bagi Sayyid Quthb,dengan Izzah yang kuat beliau menolak untuk menandatangani surat tersebut seraya berkata “Jari telunjukku yang setiap hari bersaksi akan Ke Esaan Allah SWT terlalu hina untuk menulis pengakuan yang tak pernah aku lakukan.Bila aku di hukum secara benar maka aku rela dengan hukum kebenaran.Bila aku di hukum secara bathil,aku terlalu hina untuk meminta belas kasihan dari pemerintahan yang bathil.

Dengan Izzah yang kuat ini para Kader Dakwah akan membangun Sejarah Islam,karena sejarah hanya di buat oleh tangan – tangan orang yang yakin lagi kuat tekadnya.Dengan Izzah,langkah di titih di atas wahyu dengan semangak berkorban maka kejayaan Islam akantegak.Tidak akan ada yang berani melawan sang pemilik Izzah yang sesungguhnya.

12.KADER DAKWAH ITU ….

Pemimpin besar yang menggetarkan kekaguman …

Panglima yang cerdik dalam memimpin pertempuran …

Guru yang banyak melahirkan jundullah – jundullah hebat …

Ada kisah menarik tentang profil seorang Kader Dakwah,kisah ini dari Imam Hasan Al Banna,”Pada Kamis ba’da Ashar di hari terakir kerjanya,seorang Kader Dakwah keluar dari bengkel tempat ia bekerja,malam hari ia sudah memberi ceramah di sebuah pertemuan beberapa kilometer dari rumahnya.Esok Jum’atnya ia berkhutbah dengan bagus di tempat lain yang cukuk jauh.Ashar ia memberi pengarahan pada sebuah Mukhayyam yang di ikuti ratusan pemuda.Ba’da Isya’ ia menyampaikan arahan dalam daurah besar.Ratusan kilometer 30 jam yang di tempuhnya ,benar – benar perjalanan yang melelahkan.Bukannya lelah atau mengeluh karea letih berdakwah,malahan ke esokan harinya dengan wajah cerah dan penuh senyuman ia datang di tempat kerjanya paling pertama.Tidak tergambar sedikitpun rasa lelah yang dialaminya.

Atau seperti para Sahabat  yang selalu menyertai Rasulullah berperang.Serbuan yang bertubi – tubi di alami parasahabat.Semua itu pasti membuat fisik dan mental mereka pasti lelah.Bukantidak di berikan waktu istirahat oleh Nabi,justru di saat jeda waktu perang itu ada waktu utnuk istirahat,tapi yang dilakukan oleh para Sahabat itu ialah tidak istirahat.Mereka menggunakan jeda perang mereka untuk memperbanyak ibadah,menebar dakwah,berlatih perang.Tidak tergambar kelelahan para Sahabat waktu itu,padahal ia telah berperang sebanyak 63 kali entah itu di bawah pimpinan langsung Rasulullah atau tidak.

13.KADER DAKWAH ITU ….

Mereka adalah Kader Partai Dakwah yang lahir dari Rahim Tarbiah

Mengapa orang begitu sinis dengan Poliitik ? ,mengapa mereka tidak mau berpolitik ?,Apakah Politik itu haram seperti haramnya berzina atau membunuh atau merampok.Ku tepis semua sangkaan itu dan ku anggap engkau berlaku seperti itu mungkin karena kecewa dengan ulah para Politisi.Engkau mungkin sudah muak dengan bualan janji – janji para Politisi tanpa bukti.

Ketahuilah era Dakwah modern seperti ini memaksa para Kader Dakwah untuk ikut terjun ke lancah Politik.Bukan haus akan kekuasaan atau demi kepentingan materi,mereka justru datang untuk meninakkan politik bangsa ini yang begitu liarnya.Begitu liarnya politik bangsa ini sampai – sampai mereka rela memakan saudaranya sendiri,mereka berteman dan bermusuhan pun hanya karena keuntungan,semua yang dilakukan demi keuntungan.

Mereka Para Kader Dawkah di dalam era Dakwah kelembagaan mengambil bentuk Partai semata – mata untuk ikut berpacu dan bergerak dalam kendaraanya.Dengan segala usahanya,walaupun sedikit demi sedikit mereka telah menyusun Peradaban Islam,mereka memahat huruf – huruf sejarah agar nanti menjadi kalikmat peradaban.

Mereka kumpulkan batu – batu bekas kehanjuran negri ini untuk membuat tangga yang akan membawa mereka ke puncak kekuasaan dan memborong seribu kursi perwakilan.Itu bukan kenistaan karena mereka sudah hampirmencapainya.Dan bila engkau masih kurang yakin dengan kami,dengan jalan yang kami ambil bahkan engkau menganggap popularitas ini adalah kebetulan dan akan turun,maka lihatlah suatu saat nanti pasti akan kamibuktikan.Jalan yang kami tempuh ini adalah jalan yang benar sesuaisyariat.Dan dengan jalan ini kami akan memimpin Dunia.

14.KADER DAKWAH ITU ….

Adalah gerak yang tak kenal henti …

Adalah keteguhan yang tek kenal menyerah …

Bila di suruh selalu merespon,Bila di panggil segera datang

Totalitas mereka utnuk Islam tidak diragukan lagi !

Para kader dakwah ibarat pohon yang telah banyak menghasilkan buah – buah manis bagi negri ini,bagai tanaman yang harum baunya lagi indah warnanya.Mereka semua adalah gambaran nyata dari totalitas.Totalitas ini juga yang membawa seorang preman dan orang yang paling membenci Islam seperti Umar bin khattab menjadi Khalifah ke II dan membawa Islam ke Abad ke Emasannya.

Totalitas para Kader Dakwah merupakan komitmen untuk mewujudkan harapan dan memberi makna kehidupan.Totalitas ini sesuai firman Allh SWT  pada Surah Al An-Fal (8 ) ayat 24 :

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.

Para Kader Dakwah sudah siap dengan kelengkapan dan bekalnya,memusatkan secara penuh seluruh perhatian dan fikirannya.Totalitas mereka tak tanggung –tanggung,mereka rela meninggalkan harta benda dan hidup kaya seperti Mush’ab bin Umair,atau seperti Salman Al Farisi yang berjalan mencari dari Persia sampai ke Madinah demi bertemu Rasulullah dan ingin mengenal Islam.

Totalitas para Kader dalam berdakwah nampak dari guratan wajahnya,terpancar jelas dari kilau matanya dan suaranya terdengar tajam dari kalimat – kalimat lisannya,dan semua itu terbakar hebat di dalam hatinya.

15.KADER DAKWAH ITU ….

Mereka yang menjadikan shalat,Ibadah,hidup dan matinya hanya untuk Allah SWT semata.

Demikianla sebenarnya Kader Dakwah itu,sosok mereka ialah gambaran dari penghambaan kepada Allah,di mulai dari torehan kuas-kuas keyakinan dan pandangan hidup setiap individunya.Ditambah dengan hiasan warna ritual ibadah nan Khusyu’,serta sampai pada kehidupan sosialnya.Begitu indah Lukisan seorang Kader Dakwah tadi ketika ia menjadikan Allah sebagai satu-satunya objek dari perjangannya.

Mereka para Kader Dakwah tahu benar bahwa tidak dikatakan sebagai hamba Allah jika ia mengarahkan ritual peribadatannya kepada selain Allah,atau mengiringi peribadatannya kepada Allah dengan periabdatan kepada selainAllah.Hal ini sesuai Firman Allah pada Surah Al An-am ayat 162 -163 :

“Katakanlah,”Sesunguhnya Shalatku,Ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah ,Tuhan semesta alam,tiada Tuhan sekutu baginya,dan demikian itulah yang di perintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (Kepada Allah).”

Para Kader Dakwah tau bahwasannya tidak dikatakan sebagai hambaNya,ketika seorang menerapkan syariat selain yang berasal dari Allah yang telah di contohkan Rasulullah,seperti dalam FirmanNya pada Surah Al – Hasyr ayat 7 :

“…Apa yang di berikan Rasul keapdamu maka terimalah dia.Danapa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah …”

 

Sebagaimana yang telah di kemukakan di atas,penghambaan kepada Allah harus tergambar secara riil di dalam keyakinan dan pandangan hidup.Maka,alangkahbaiknya dan beruntungnya para Kader Dakwah yang telah menjalankan hakikat perjuangan Islam ini.

16.KADER DAKWAH ITU ….

Mengakui bahwasannya tiada tuhan selain Allah,dan mereka juga mengakui bahwasannya Muhammad SAW adalah utusanNya.

Suatu mansyarakat tidak dinamakan sebagai masyarakat Islam hanya karena terdiri dari orang-orang yang menamakan dirinya orang-orang islam.begitu pula halnya seorang tidak dinamakan sebagai Kader Dakwah jika itu hanya mengakui dirinya Islam,tanpa menjadikan syariat Islam sebagai panduan hidupnya.

Seorang Kader Dakwah bukanlah individu yang menetapkan dirinya “ISLAM” buatan sendiri,dengan enaknya merubah segala perintah dan kewajiban ,menambah dan mengurangi sesuka hati,sungguh mereka bukanlah para Kader dakwah,mereka adalah orang-orang jahiliah yang mengatasnamakan islam sebagai landasanpergerakannya.Para Kader Dakwah menajdikan syariat Islam sebagai hokum,menjalankan kewajiban-kewajiban seperti Shalat,puasa dan melakukan haji sesuai dengan rukun Islam.Sedangkan para orang-orang jahilia tadi menerapkan syariat berdasarkan logoka dan nalar mereka.

Bentuk dari keompok ini bermacam-macam,namun semuanya tetap satu yaitu “Kelompok Jahiliyah Modern”.Ia terkadang suatu kelompok yang tidak percaya kepada Allah,terkadang member penafsiran dialektis materelistis kepada Islam,menerapkan system sosialisme ilmiah,menuhankan akalnya.Ia juga terkadang kelompok terkadang kelompok yang memang percaya Allah,tetapi ia menganggap Allah hanya berkuasa di langit dan tidak berkuasa di dunia.Sehingga mereka tidak menerapkan syariat di dunia,mereka memang membolehkan melakukan Ibadah di masjid dan memang ia melakukan itu juga.Mereka itu semua ialah kelompok yang benar-bar ingkar,mereka telah berani menghapus ketuhanan Allah di muka bumi,padahal Allah telah berfirman pada Surah Az-Zukhruf ayat 84 :

“Dan dialah Tuhan (yang di sembah) di langit dan Tuhan (yang di sembah) di bumi dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”

Sungguh Para Kader Dakwah amat jauh dari contoh-contoh di atas.Mereka sungguh-sungguh mengakui bahwa ”Tiada Tuhan selain Allah yang pantas di sembah,dan bersaksi bahwa Muhammad ialah sebenar-benarnya utusan Allah”,mereka menjalankan Syariat Allah sebagai landasan Hukum dlm kehidupan di dunia dan akhirat.Sangat tampak jelas sebenarnya siapa yang menjadi Kader Dakwah yang terdepan dan siapa yang menjadi Kader Jahiliah yang terbelakang.

17.KADER DAKWAH ITU ….

Buah dari Pohon yang berkesinambungan dan akan terus tumbuh besar lagi berbuahbanyak.Akan bermunculan tunas-tunas tangguh akan tumbuh dan menumbuhkan tunas yang lebih banyak lagi.

Para Kader Dakwah merupakan bibit dari buah Peradaban.Merka akan terus tumbuh dalam akidah yang datang dari Allah,di pupuk dengan satu konsepsi tersendiri tentang eksistensi,kehidupan,sejarah,nilai-nilai luhur serta tujuan.Mengakar kuat satu manhaj untuk bertindak,sebagai aplikasi dalam kosep membangun Peradaban Islam.

Pergerakan para Kader Dakwah dalam membentuk satu peradaban tidak lepas dari konteks tadi.Mereka dengan konsep yang telah di turunkan Allah dan mengikuti tanpa ragu akan konsep ini serta tidak mencampur adukkan dengan konsep-konsep lain buatan manusia,maka peradaban Islam akan terbentuk.Konsep tersebut berupa Akidah yang telah di beri Allah,mereka tidak akan mampu meraih Akidah ini dengan sendirinya,tetapi ia hanya mampu bergerak seiring dengan akidahini.Allah telah menurunkan Akidah ini menuju hati setiap Kader Dakwah.Ketika Akidah menyentuh hati dan tergambarkan dalam kehidupan mereka,maka Islam yang diemban para kader akan dengan cepat pertumbuhannya dan akan tumbuh jauh lagi sampai ke peradaban.

Maka tida heran dari satu Kader Dakwah akan bisa menajdi sepuluh ,dari sepuluh menjadi seratus.Dari seratus akan menjadi seribu.Dan dari seribu akan menjadi sejuta dan akan terus berkembang menajdi se-Milyar dan terus berlipat sehingga akan terbentuklah masyarakat dan akan menajdi satu peradaban besar nantinya.

Generasi yang di bangun dari tangan-tangan para Kader Dakwah inilah yang akan memperoleh pertolongan Allah,mereka senantiasa teguh atas tugas-tugas .

Seperti benih yang mengeluarkan tunasnya,kemudian tunas itu semakin kuat,lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam – penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.(QS.48 Ayat 29)

18.KADER DAKWAH ITU ….

Bagai stu Tubuh,yang apabila satu bagian tubuh merasa Sakit maka akan terasa Sakitlah semua anggota tubuh lainnya.Mereka semua bersaudara satu dengan yang lainnya.

Islam datang memecah dinding pemisah antara bangsa barat dan timur,kulit putih dan hitam,menyatukan suku dan bangsa,mengajarkan kepada manusia banhwa keterikatan anatara sesame manusia tidak di bangun dari hubungan darah,persamaan kultur budaya melainkan mereka bersaudara karenaIslam.Para Kader dakwah telah mencontohkan hal ini,bagaimana mereka di ikat dengan “ISLAM” bukan dengan hubungan keluarga atau persamaan bangsa.

Maka tidak heran para Kader Dakwah ini amat solid bagai satu tubuh.Dengan Islam mereka membebaskan ikatan bumi dan tanah antar sesame mereka,membebaskan ikatan daging dan darah antar sesama mereka.Tanahair mereka ialah bumi yang di tegakannya Syariat Allah.Kewarganegaraannya ialah Akidah kepercayaan kepada sang Pencipta.Undang-undang yang mereka jadikan rujukan ialah Al Qur’an.Keluarga para kader bukanlah bapak,Ibu,saudara,Istri,anak bahkan cucu ,keluarga mereka ialah Iman .

Sehingga generasi yang di bentuk oleh para Kader ini nantinya ialah Generasi Muslim yang bernaung di bawah bendera tauhid,walaupun jenis,bangsa,warna dan tanah berpijak berbeda.

Ali Imran : 110

Seperti Generasi umat ini mencontohkan Abu bakar yang orang Arab,Bilal orang habasyah,Shuhaib yang orang Romawi,salman yang orang Persia,kesemuanya itu membentuk barisan rapid an kokoh dalam Islam sehingga mebentuk satu tubuh yang sehat dan kuat yaitu “ISLAM”.Hubungan seperti inilah yang seharusnya mengisi setiap relung hati para Kader Dakwah agar Islam dapat mencapai kejayaan Emasnya lagi.

19.KADER DAKWAH ITU ….

Bagaikan  cahaya  matahari, menembus ke dalam kalbu menghidupkan cahaya iman ….Dan dalam percakapan atau berdialog, tidak saja ia membuat lawannya terdiam, mengerti dan menerima alasan yang dikemukakannya, tetapi juga menyebabkannya diam terpesona, karena manisnya susunan kata dan keahliannya berbicara … !

Membicarakan seorang  Kader Dakwah memang tak ada habisnya,bagai membicarakan tentang solusi bangsa Ini.Sangat pelik dan berkelanjutan,menguras pemikiran.Allahtelah memberikan contoh nyata pada tema kali ini.Seorang sahabat dari kaum Ansor yang merupakan salah satu orang-orang yag mulia dari kaum Ansor yaitu Sa’ad Bin Mu’adz, Useid Bin Hudlair ,dan dia Abbad Bin Bisyr.’Abbad adalah seorang tokoh yang beroleh karuniaberupa cahaya dari Allah.Penglihatannyayang jelas dan beroleh penerangan,dapat mengetahui tempat-tempat yangbaik dan meyakinkan tanpa mencarinyadengan susah-payah. Bahkan kepercayaan shahabat-shahabatnyamengenai cahaya ini sampai ke suatutingkat yang lebih tinggi, bahwa iamerupakan benda yang dapat terlihat.Mereka sama sekata bahwa bila ‘Abbad berjalan di waktu malam, terbitlahdaripadanya berkas-berkas cahaya dansinar yang menerangi baginya jalan yangakan ditempuh .

Abbad jugalah yang menjadi salah satuman of the match pada peperangan Yamamah ,pada saat itu kaum muslimin terdesak oleh pasukan Musyrik pimpinan Musailamah Al Kazab.Abbad tampil bak di atas podium memberi semangat kepada sisa-sisa kaum Muslimin saat itu untuk tetap mengobarkan semangat jihad sampai menemui syahid.Dari atas gunung dia kembali meyakinkan kepada pasukan kaum mulimin seraya berseru “Hai golongan Anshar  ! Pecahkansarung-sarung pedangmu, dantunjukkan keistimewaanmu darigolongan lain… !” .Bak gayung bersambut,seruan ini di sambut oleh 400 kaum muslimin Ansor dan mereka berhasil mendesak musuh sampai ke lembah Maut.Akhir yang tidak sia-sia,Kaum Muslimin mendapatkan kemenangan,walaupun harus di bayar mahal oleh matinya para Mujahid-mujahid sekaliber Zaid Bin Khataab dan bahkan Abbad sendiri.

20.KADER DAKWAH ITU ….

Mereka adalah sebenar-benarnya sahabat, seperti keluarga yang selalu memberi kasih sayang dan perhatian mereka memberikan lebih karena di meunjuukan jalan kebenaran.

Berteman dengan seorang Kader Dakwah ialah suatu kebanggaan,karena seperti  yang  kita tau bahwasannya para Kader ialah orang – orang yang punya Ideologi dan kepahaman atas Islam,mereka juga kumpulan para intelek – intelek jenius,mereka juga bagai detektif yang selalu memecahkan berbagai persolan hidup dan masalah yang kita hadapi.Berada di dekatnya saja membuat kita tenang dan merasaaman.Bias cahaya yang di pancarkannya seolah menerangi relung hati yang gelap,kehangatannya juga mendekap jiwa ini.

Hanya keuntungan dan hal positif saja yang kita dapat dari berteman dengan Kader Dakwah,seperti yang di isitilahkan oleh Nabiullah Muhammad SAW “Berteman dengan orang baik seperti berteman dengan penjual minyak wangi,kemungkinan kita mendapatkan parfum,walaupun tidak mendapatkannya,minimal kita mendapatkan harus dari bias wewangian yang di jualnya”.Begitulah perumpamaan berteman dengan Para Kader Dakwah,dengan berteman dengannya kita bisa menjadi orang baik seperti mereka,ataupun minimal nama kita ikut menjadi baik lantaran bergaul dengan mereka.

Terkadang kita merasa bahwa mereka para Kader Dakwah itu sangat menaruh perhatian dan kasih sayang  yang teramat ,bahkan mereka sangat peduli sekali kepada kita.Bahkan rasa cinta dan perhatiannya begitu besar mengalahkan rasa cinta dan perhatian yang di berikan oleh keluarga kita sendiri.Sehingga tak heran ada yang beranggapan bahwa Kader Dakwah lebih di cintai dari pada orang tuanya sendiri,mereka berkata “Para Kader memberikan kepadaku jalan menuju Tuhanku,sedangkan orang tua memberikan kepadaku jalan menuju dunia”.

Hubungan yang mengalahkan nasab inilah membuat para sahabat mencintai Rasulullah melebihi diri mereka sendiri.Hubungan rasa cinta ini juga di contohkan para sahabat pada saat itu,bagaimana kaum Anshor rela membagi harta,rumah,bahkan ada yang rela memberikan istrinya hanya untuk sahabatnya yaitu kaum muhajirin.Sungguh potret ukhuwah yang solid.

Maka dari itu Nabiullah Muhammad SAW memerintahkan kepada kita untuk mencari teman yang baik,sholeh seperti para Kader Dakwah ,karena berteman dengan mereka diharapkan kita dapat menjadi baik seperti mereka.Karena karakter kepribadian kita dipengaruhi besar oleh pengaruh lingkungan dalam hal ini di pengaruhi dengan siapa kita bergaul atau berteman.Apabila kita berteman dengan orang jahat maka bisa dipastikan kita akan ikut menjadi jahat,minimal kita di cap orang lain sebagai orang jahat hal ini akibat bergaul dengan orang jahat tadi.Maka dari itu bertemanlah dengan orang baik,diharapkan mudah – mudahan kita bisa ikut menjadi baik,minimal nama kita ikut menjadi baik karena kita bergaul dengan orang baik.Hal ini bisa terjadi karena Masyarakat lebih melihat siapa yang menjadi temannya dari pada siapa dia,apa yang dilakukan temannya maka itulah yang dia lakukan,meski individu tadi tidak melakukannya.

Teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia

Dan jadikanlah dia teman dalam urusanku

Agar kami banyak bertasbih kepadamu

Sungguh Engkau Maha Melihat (keadaan) kami

(QS.TaHa  : 31 – 35)

21.KADER DAKWAH ITU ….

Mereka adalah para Ahli,para penjelajah Cakrawala,di lebatnya belantara lembah Ilmu Pengetahuan.Mereka memberikan Solusi di sertai Aksi buan sekedae Janji.

“Segala suatu penyakit pasti ada penawarnya” merupakan suatu istilah pepatah yang mungkin sudah sngat akrab di telinga kita.Begitu halnya dengan masalah,di turunkan pasti dengan kunci penyelesaiannya.Untukmenyembukan penyakit Allah memberikan amanah kepada perantaranya,yaitu Sang Ahli “Dokter” sebagai wakil Allah untuk menyembuhkan.Begitu halnya dengan berbagai masalah lainnya seperti mobil yang rusak pasti ada Sang Ahli“Montir”,sama halnya seperti penawar hukum punya Ahlinya “Pengacara”,dan untuk menangkapi para Ahli “Kader Dawah” pun membutuhkan Sang Ahli“Densus 88”.

Allah memang tidak menurunkan suatu masalah untuk tidak di selesaikan,karenanya masalah di berikan pasti tidak akan melebihi kapasitas masalah tersebut.Berbicara masalah,siapakah Sang Ahli yang dapat menyelesaikan probelmatika bangsa ini bahkan Umat ini !.Kondisi di mana negera dengan mayoritas Muslim terbesar,tidak mampu menampakan wajahnya di hadapan cermin dunia ,mungkin karena cerminya kotor berdebu sehingga tidak bening lagi atau bahkan kacanya pecah.

Ada satu pertanyaan yang jawabanya hanya satu “ISLAM”,apakah itu ?,coba tanyakan kepada 100 orang saja .Tanyakan kepada 100 orang tersebut tentang semua kejahatan yang pernah di lakukan (Siapakah yag paling banyak melakukan Korupsi ?,Siapakah yang paling banyak melakukan pembunuhan ?,sSiapakah yang paling banyak kaummnya berada di Penjara ?,dll) dan jangan lupa tanyakan agama apa yang dianutnya,pasti dengan jujur orang yang anda Tanya pasti anak menjawab “ISLAM”.Begitulah kondisi Umat Islam Indonesia saat ini,bukannya menjadi contoh malah menjadi cemooh.

Maka dari itu perlu rasanya Sang Ahli“Kader Dakwah” untuk menyelesaikan masalah pelik ini,ketika begitu banyak sudah masyarakat umat ini yang cenderung mengikuti Tsunami Globalisasi yang menghanyutkan pakaian wanitanya sehingga terbukalah auratnya,menghanyutkan akidah pemeluknya sehingga lahirlah bid’ah –bid’ah islam – tradisional (hindu),bahkan Tsunami tersebut berhasil mengeser dan meluluhlantakkan kultur Islam yang telah di anutnya.Coba tanyakan pada diri anda berapa lama anda ber-Islam ??? ,pasti kebanyakan menjawab “dari Lahir”,tapi dengan mudahnya dalah hitungan sepersekian detik ,Tsunami Globalisasi berhasil meluluhlantakan semua itu.Naudzubillah ….

Bangsa ini sungguh merindukan Sang Ahli “Kader Dakwah”,Sang Ahli yang senantiasa mejaga dirinya,senantiasa menyiapkan kapasitas dirinya untuk mewujudkan impian besar Negri dan Umat ini.Bangsa ini butuh segera diperbaiki.Butuh Sang Ahli.

22.KADER DAKWAH ITU ….

Ketika melihatnya engkau langsung ingat Allah,ucapannya akan menambah amalmu dan amalnya membuatmu semakin cinta akhirat.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada me-reka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar-nya.” (Al-Anfal: 2-4)

23.KADER DAKWAH ITU ….

Sabar adalah kunci untuk membuka pintu kemenangan,sabar juga bentuk percaya hamba atas ketentuan Allah,karena di sana ada hasil yang di tunggu,tapi ingat sabar bukan pasrah,pasrah menerima tanpaberbuat.Sabar juga bukan mengalah atau bahkan menyerah,sabar ialah melawan dengan dengan sangat kuat,cermat,tepat menunggu untuk mencari celah bukan malah pasrah.

Sabar juga tidak memiliki batas,dan salah apabila ada yang mengatakan sabar ada batasnya,sungguh itu akibat ia membatasi kesabaran.Bagaiaman nasib penduduk thaif yang menolak ajaran baik nabi dan melemparkan batu sehingga Nabi terluka,apabila Nabi tidak sabar dan membatasi sabarnya maka niscaya tidak akan lahir pada generasi – generasi thaif orang – orang yang membela islam dengan sungguh – sungguh.

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)

 

Setiap Kader Dakwah wajib memiliki “Sabar” di dalam dirinya,karena ia adalah stimulus bagi iman dan merupakan wujud dari ke ikhlasan perjuangan dan murninya akidah.Mengasihi orang yang mendzolimi,memuliakan orang yang selalu menghina,membantu orang yang selalu membuat susah merupakan persoalaan yang susah,bagi mereka yang tidak memiliki sifat sabar di dalam dirinya.

Sabar juga kunci membuka gudang Ilmu pengetahuan,ingat akan ceita Nabiullah Musa a.s yang belajar bersama Nabiullah Khidir a.s,tapi bukannya Ilmu yang beliau dapat malah rasa kesal,karena tidak bias menerima tindakan yang dilakukan oleh Nabiullah Khidir a.s,hanya kata:“Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.(Al Kahfi : 67),yang beliau dapatkan dari mulut Khidir a.s ,sebuah pelajaran bagi para pencari Ilmu.

Kamis, 03 September 2015

Kuatkan Aku…

Kuatkan Aku…
Dalam letih yang tak berujung

coba menitik tiap jejak sejarah dalam kanvas yang tak lagi putih

tak lagi berona indah

penuh dengan abstrak yang entah kapan terpecahkan

tak urung arang kobar menyulut dan redup

tatkala rintang menghadang dan duri menghujam tiba

rengkuh kuat asa yang tertanam dalam

hingga nafas tersengal karena rapuh tiada daya

pijak goyah dan tiada arah

rintih tiada nada sering terdengar lirih dalam kalbu

teriak tiada snggup karena mulut tiada mampu berkata

air mata tak mampu menetes karena telah kering oleh waktu yang terus menghajarku

dalam lelah dalam resah

ku coba sebut namaMu

ku coba teteskan air mataku di pangkuanMu

harapku Kau kuatkan pundakku

Kau kuatkan pijakku

karena beribu cita dipikul pada pundak yang tak lagi kuat

Jika in jalanku

aku akan tempuh sejauh yang Engkau tulis untukku

akan ku jelajahi keindahannya

keindahan istimewa yang tak terlukis nyata oleh mata

namun terukir dalam kisah penuh pesona tiada tara

tiada terkira dan hanya hamba ini yang punya

Allah engkau dekat

penuh kasih sayang

tak Kau biarkan hamba menangis dengan sia-sia

bila Engkau nyatakan cinta

Engkau sentil aku dengan kisahmu yang begitu indah

keindahannya bukan hanya dari banyaknya air mata yang tercurah

namun dari ibroh yang Engkau sematkan

Thank You Allah

atas kekuatan batin yang Engkau sematkan ini…

Sumber: https://lasem.wordpress.com/2009/06/20/kuatkan-aku/

Minggu, 16 Agustus 2015

Sabtu, 08 Agustus 2015

MA’RIFATULLAH (MENGENAL ALLAH)

MA’RIFATULLAH (MENGENAL ALLAH)

A.   Muqaddimah 

Ma’rifah berasal dari kata ‘arafa – ya’rifu – ma’rifah yang berarti mengenal. Dengan demikianma’rifatullah berarti usaha manusia untuk mengenal Allah baik wujud maupun sifat-sifat-Nya. Manusia sangat berkepentingan untuk mengetahui siapa penciptanya dan untuk apa ia diciptakan. Karena itu, manusia pun mulai melakukan penelitian dan mencari-cari siapa gerangan Tuhannya. Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim tentu tidak akan membiarkan kita terkatung-katung tanpa adanya pembimbing yaitu utusan-utusan-Nya para nabi dan rasul yang akan menunjukkan kita ke jalan yang benar. Maka di antara manusia ada yang berhasil mengetahui Allah dan banyak pula yang tersesat, berjalan dengan angan-angannya sendiri.

Maka berpalinglah kamu dari orang yang telah berpaling dari peringatan Kami dan dia tidak menghendaki, kecuali kehidupan dunia. Itulah kesudahan pengetahuan mereka. Sungguh Tuhanmu lebih mengetahui orang yang telah sesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang yang dapat petunjuk”. (QS. An Najm: 29-30).

B.   Urgensi Ma’rifatullah

    Secara umum, manusia mengetahui bahwa suatu ilmu dikatakan penting dan dirasakan mulia sebetulnya tergantung kepada dua hal yaitu apakah yang menjadi obyek ilmu itu dan seberapa besar manfaat yang dihasilkan darinya. 

Berdasarkan alasan tersebut di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa ma’rifatullahmerupakan ilmu yang paling mulia dan penting karena materi yang dipelajarinya adalah Allah. Manfaat yang dihasilkannya pun tidak saja untuk kepentingan dunia tapi juga untuk kebahagiaan akhirat.

Orang yang mempelajari ma’rifatullah akan menjadi insan yang beriman dan bertaqwa bila Allah memberi hidayah kepadanya. Dan bagi muslim yang mempelajarinya, insya Allah akan menaikkan keimanan dan ketaqwaannya (raf’ul iman wat taqwa). Sebagai balasan atas  keimanan dan ketaqwaan mereka, Allah SWT menjanjikan kebaikan-kebaikan bagi mereka, di antaranya: 

Pertama, Al Khalifah. Bahwa Allah SWT menjanjikan kepada mereka untuk menjadi penguasa di muka bumi ini. 

 “Dan Allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang beriman di antaramu dan mengerjakan amal shaleh, bahwa Allah sungguh-sungguh akan mengangkat mereka menjadi khalifah di muka bumi, sebagaimana orang-orang dahulu menjadi khalifah…” (QS. An Nur: 55).

Melalui beberapa tahap pembinaan secara berkesinambungan, insya Allah kekhalifahan Islam akan muncul kembali sebagaimana yang dinubuahkan rasulullah saw. Rasulullah saw mengungkapkan bahwa umat Islam setidaknya akan melalui lima periode dalam perjalanannya hingga hari kiamat nanti, yaitu periode kenabian, periode kekhalifahan yang tegak di atas nilai-nilai kenabian, periode mulkan adhan (penguasa yang menggigit), periode mulkan jabbariyan (penguasa yang menindas), dan terakhir sebelum datangnya kiamat, umat ini sekali lagi akan berjaya dengan kembali ke periode kekhalifahan yang tegak di atas nilai-nilai kenabian. (disarikan dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Baihaqi).  

Kedua, Tamkinuddin. Yaitu diteguhkannya agama Islam di muka bumi.

 “…dan Allah sungguh-sungguh akan meneguhkan agama mereka yang diridhai-Nya…” (QS. An Nur: 55).

 “Dia-lah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”. (QS. At Taubah: 33 dan QS. Ash Shaf: 9).

 “Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi” (QS. Al Fath: 28).

Ketiga, Al Amnu. Bahwa Allah SWT akan mengkondisikan orang-orang yang beriman rasa aman dan tentram setelah sebelumnya mereka selalu ditimpa keresahan dan ketakutan.

 “Dan Allah sungguh-sungguh akan menggantikan ketakutan mereka dengan keamanan…” (QS. An Nur: 55).

 “Dan ingatlah ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang  beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian”. (QS. Al Baqarah: 126).

 “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka), “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman”. (QS Al Hijr: 45-46).

 “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. Al An’am: 82).

  Keempat, Al Barakat (keberkahan yang melimpah).

 “Kalau sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami tumpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka itu mendustakan, sebab itu Kami siksa mereka disebabkan usahanya itu”. (QS. Al A’raf: 96).

Kelima, Al Hayatun thayyibah (kehidupan yang baik).

 “Barangsiapa melakukan kebaikan-kebaikan, laki-laki maupun perempuan dan dia beriman, pasti Kami akan memberinya kehidupan, kehidupan yang menyenangkan. Dan Kami akan memberinya pahala, sesuai dengan apa yang mereka lakukan secara lebih baik”. (QS. An Nahl: 97).

Keenam, Al Jannah (surga)

 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, bagi mereka surga Firdaus-lah tempatnya, mereka kekal di dalamnya tak hendak berpindah darinya”. (QS. Al Kahfi: 107-108).

 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, untuk mereka itu surga na’im. Mereka kekal di dalamnya. Itulah janji Allah yang sebenarnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Lukman: 8-9).

Kesemua ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa ma’rifatullah bila dipelajari dengan benar akan menambah keimanan dan ketaqwaan. Orang-orang yang bijak dan memiliki akal sehat tentu akan memilih beriman dan bertaqwa kepada Allah daripada mengingkari atau mempersekutukan-Nya dengan ilah-ilah yang lain.

Berikut ini dalil-dalil tentang wajibnya berma’rifatullah dan beriman kepada-Nya.

 “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah kecuali Allah, dan minta ampunlah untuk dosa-dosamu dan untuk dosa-dosa orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat bolak-balikmu dan tempat diammu”. (QS. Muhammad: 19).

 “Tiada Kami utus seorang rasulpun sebelum engkau, melainkan Kami wahyukan bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah kecuali Aku, sebab itu beribadahlah kepadaku”. (QS. Al Anbiya: 25).

Sabda rasulullah saw:

Dari Abbas ra bahwa Nabi saw ketika mengutus Muadz bin Jabal ra ke Yaman, bersabda, “Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum ahli kitab, maka ajaklah mereka kepada kesaksian bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah, dan sesungguhnya saya Rasulullah. Kalau mereka telah mentaati yang demikian itu, maka ajarkanlah mereka bahwa Allah azza wa jalla mewajibkan mereka shalat lima waktu sehari semalam”. (HR. Jamaah). 

    Barangsiapa yang mengatakan aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai dinku, dan Muhammad saw sebagai nabiku, maka surga wajib baginya. (HR. Bukhari, An Nasa’i dan Abu Daud). 

Merasakan nikmatnya iman, barangsiapa yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai din, dan Muhammad sebagai rasul. (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Berkata Ibnu Umar, “Kami  hidup pada suatu masa dan seseorang dari kami diberikan iman sebelum Al Qur’an dan kemudian turunlah surat-surat dari Al Qur’an, maka dipelajarilah darinya yang halal, haram, perintah dan larangannya dan apa-apa yang harus dilakukannya. Dan aku lihat orang-orang sekarang ini diberikan Al Qur’an dahulu sebelum adanya iman. Maka dibacalah surat dari Al Fatihah hingga surat yang terakhir dan dia tidak tahu apa perintah dan larangannya. Lalu dia campakkan Al Qur’an itu bagai kurma busuk.” (HR. Imam Thabrani dalam kitab Al Ausath).

Selain dalil-dalil di atas, ada hal lain lagi yang perlu kita camkan yaitu bahwa ma’rifatullah dan iman kepada-Nya merupakan furqan(pembeda) antaranya dengan mereka yang tidak beriman. Padahal keimanan inilah yang menjadi titik tolak diterimanya amal seseorang.

 “Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga. Tetapi ketika didatanginya air itu, ia tidak mendapatinya suatu apapun. Dan didapatinya ketetapan Allah di sisinya, lalu Allah memberitakan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungannya.” (QS. An Nur: 39).

C.   Jalan Menuju Pengenalan Kepada Allah

Agar manusia dapat mengenal Allah, ia harus tahu jalan yang benar untuk menujunya. Karena bila jalannya salah bisa jadi ia akan kesasar. Orang yang benar jalannya hingga ia sampai pada tujuan yang sebenarnya, ia menjadi orang yang ma’rifah dan semakin yakin serta membenarkan keimanannya. Sedangkan orang-orang yang tersesat jalannya, tentu tidak akan sampai pada tujuan yang sebenarnya, yaitu berma’rifah kepada Allah. Mereka kemudian menjadi orang yang penuh keragu-raguan (al irtiyab), hingga kemudian menjadi orang-orang kafir mengingkari keberadaan Allah.

1.    Jalan yang dilalui bukan atas dasar petunjuk Islam

Dari dahulu hingga sekarang ada orang-orang yang masih beranggapan bahwa Allah tidak ada, hanya gara-gara mereka tidak dapat melihat-Nya dengan panca inderanya sendiri (al hawas), dengan alasan mereka tidak mempercayai sesuatu yang ghaib. Padahal panca indera kita sangat terbatas kemampuannya dalam menganalisa benda-benda yang nampak, apalagi terhadap benda-benda yang tidak nampak.

Hanya dengan berbekal panca indera, mereka tidak akan dapat mengenal Allah. Manusia hanya dapat melihat-Nya di surga nanti bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Mereka tidak mampu melihat-Nya, bahkan karena kesesatannya lalu mereka menjadikan benda-benda lain yang mempunyai kekuatan tertentu yang mempengaruhi kehidupannya sebagai Tuhan mereka selain Allah (ghairullah). Tersebutlah kemudian kepercayaan akan adanya dewa-dewa yang menguasai matahari, bintang, langit, air, udara dan lainnya. Selain itu ada pula yang karena jenuh mencari namun tak juga berhasil, lalu berkesimpulan bahwa Tuhan tidak ada. Pencarian tak tentu arah ini lalu menimbulkan sikap skeptis. Segala sesuatu yang berhubungan dengan diri dan juga gejala-gejala alam yang terjadi dalam lingkungan kehidupannya dipandangnya dengan nalarnya semata. Inilah yang mereka anggap lebih ilmiah dari pada harus mempercayai hal-hal yang bersifat ghaib, mistik, takhayul dan sebagainya. Ilmu filsafat kemudian muncul memuaskan segala nafsu dan akal manusia.

Akal manusia bisa jadi akan mampu mengenal keberadaan Allah melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya yang tersebar di pelosok bumi. Namun karena mereka tidak mempunyai keimanan, segala pengetahuan itu kemudian dijadikan diskursus ilmu semata.

Penggambaran yang salah terhadap metode untuk mengenal Allah ini, dulu maupun sekarang, merupakan faktor terbesar yang menjauhkan manusia dari metode iman yang benar kepada Allah. Padahal penggambaran macam ini jelas-jelas salah. Secara aksiomatik, akal mengatakan bahwa Allah adalah pencipta materi tetapi Dia bukan materi. Sebab materi tidak bisa menciptakan materi. Jika puncak pencerapan indera di dalam kehiduapan dunia kita hanya terbatas pada materi yang tercerap secara inderawi saja, maka Allah tidak akan bisa menjadi obyek pengetahuan kita. Yang jelas pada bangsa atau orang kafir manapun juga pasti akan muncul kekacauan di seputar metode inderawi untuk mengenal Allah ini. Itulah sebabnya mengapa di zaman sekarang kita mendengar ada orang-orang tertentu yang menjadikan “tidak bisa dilihat oleh mata” menjadi sebab musabab timbulnya atheisme. Demikian pula, kita mendengar beberapa negara tertentu menegaskan demikian, seperti yang dilakukan oleh siaran Uni Soviet ketika meluncurkan satelit industrinya yang pertama ke ruang angkasa.  

Kedua jalan tersebut, yaitu al hawas (panca indera) dan aqli (akal pemikiran) karena tidak diikuti dengan keimanan terhadap hasil pencariannya itu, timbullah sakwasangka dan keragu-raguan (al irtiyab) dan pada akhirnya membuat mereka menjadi kafir.

 

2.    Jalan yang dilalui berdasarkan petunjuk Islam 

Jalan mengenal Allah telah ditunjukkan oleh Islam dengan menggunakan prinsip keimanan dan akal pemikiran melalui tanda-tanda (al ayat), yaitu melalui ayat-ayat qauliyah (Al Qur’an dan hadits), ayat-ayat kauniyah (alam semesta), dan melalui mu’jizat.

Dari ayat-ayat qauliyah, Allah mewahyukan firman-Nya kepada para utusan-Nya. Ada yang berupa shuhuf, al kitab dan juga hadits qudsi. Dalam Al Qur’an kita dapati maklumat Allah mengenai keberadaan diri-Nya.

 “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah selain Aku, maka mengabdilah pada-Ku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku”. (QS. Thaha: 14).

Dari ayat-ayat kauniyah, kita dapati keyakinan adanya Allah melalui apa-apa yang ada di alam semesta dan juga pada diri kita sendiri. (lihat QS. Adz Dzariyat : 21-22 dan QS. Fushshilat :53).

Misalnya adalah yang ada pada telapak tangan kita. Ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) kita terkandung jejak-jejak nama Allah, Tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. 

Perhatikan salah satu tapak tangan kita (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama:

Jari kelingking                                     =membentuk huruf alif

Jari manis, tengah dan jari telunjuk       =membentuk huruf lam (double)

Jari jempol (ibu jari)                            =membentuk huruf ha

Jadi jika digabung, maka bagi Anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).

Garis utama kedua telapak tangan kita, bertuliskan dalam angka Arab yaitu : 
IɅ pada telapak tangan kanan, artinya : 18; dan ɅIpada telapak tangan kiri, artinya : 81. Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran !

Mengenai sidik jari, polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.

Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).(QS. Yaasin:12).

Adapun mengenai mu’jizat yang Allah berikan kepada para rasul dan nabi-Nya, telah cukup memperkuat eksistensi Allah. Mu’jizat terbesar yang hingga kini masih ada adalah Al Qur’an. Berikut adalah beberapa contoh mu’jizat yang terdapat dalam Al Qur’an.

-          Asal mula alam raya :

 “Kemudian Dia menuju pada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan kabut, lalu Dia berkata, “Datanglah kepada-Ku baik dengan suka maupun terpaksa”. Keduanya berkata, “Kami datang dengan suka hati.” (QS. Fushshilat : 11).

 

 Tak seorangpun ahli saint mengira bahwa langit, bintang dan planet-planet itu dasarnya adalah kabut (dukhan) setelah alat-alat ilmiah berkembang pesat. Para peneliti menyaksikan sisa-sisa kabut yang hingga kini selalu membentuk bintang-gemintang.

-          Bulan dan mentari :

 “Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu kami hapuskan tanda malam, kami jadikan tanda siang itu terang”. (QS. Al Isra: 12).

Para pakar ilmu astronomi pada saat ini telah menemukan bahwa rembulan dulunya menyala kemudian padam dan sinarnya sirna. Cahaya yang keluar dari rembulan di malam hari hanyalah pantulan dari lampu (siraj) lain yaitu matahari.

 “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” (QS.Al Furqan: 61).

Di sini Allah menyatakan bahwa matahari bersinar, sehingga dikatakannya “pelita/lampu”. Jika bulan bersinar pula, tentu Allah akan berkata ‘dua lampu” (as sirajain). 

-          Kurangnya oksigen di langit :

 “Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah sedang mendaki ke langit”. (QS. Al An’am: 125).

Dahulu orang-orang beranggapan bahwa orang yang naik ke atas merasa sesak napas karena udara buruk yang tidak sehat. Tetapi manakala manusia berhasil membuat pesawat ruang angkasa super canggih dan ia mampu naik ke langit, diketahuilah bahwa orang yang naik ke langit dadanya terasa sesak, bahkan amat sesak, dikarenakan udara (oksigen) berkurang dan bahkan hampa. Karena itu para astronot harus memakai tabung oksigen ketika mengangkasa.

Setelah mengkaji beberapa contoh hubungan kitabullah dengan sains modern, pahamlah kita bahwa Al Qur’an benar-benar suatu mukjizat yang tiada bandingnya. Mereka yang memiliki hati nurani akan merasa takjub dengan keangungan-Nya. Sungguh benar firman Allah :

 “Sesungguhnya telah Kami datangkan kepada kamu suatu kitab yang telah Kami jelaskan berdasarkan ilmu (dari kami), sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Al A’raf: 52).

Manusia yang beriman dan berakal lurus akan merasakan keberadaan Allah dan membenarkan keimanannya kepada Allah (tashdiqul mu’min ilallah) . Sehingga rukun iman yang enam perkara yang selalu kita hapalkan itu, bukan hanya keimanan dalam lafadz semata, tapi juga telah tertashdiq (dibenarkan) dalam hati dan pola tingkah kita sehari-hari. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat 53:11 ,”Hatinya tidak mendustai apa yang telah dilihatnya”.

D.   PENGHALANG DALAM MENGENAL ALLAH

Ada beberapa hal yang menghalangi seseorang mengenal Allah, di antaranya :

1.    Al Kubru (sombong)

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, ”Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat tuhan kita ?” Sesungguhnya mereka menyombongkan  diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. (Al Furqan, 25: 21).

2.    Azh Zhulmu (zalim)

Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan, “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim. (Al Anbiya, 21: 29).

3.    Al Kadzibu (dusta)

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syrik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), “Kami tidak mnyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (QS. Az Zumar,39: 3).

4.    Al Fusuqu (fasik)

Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, mengapa kalian menyakitiku padahal kalian tahu bahwa aku adalah utusan Allah untuk kalian”. Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah palingkan hati mereka dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. Ash Shaf, 61: 5).

5.    Al Kufru (ingkar)

Wahai Rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka , “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman…(QS. Al Maidah, 5: 41).

6.    Al Fasadu (fasad)

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dan sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Ali Imran, 3: 62-63).

7.    Al Ghaflah (lengah)

Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dai jin dan manusia, mereka mempunyai hati tapi tak digunakan untuk memahami, mempunyai mata tapi tak digunakan untuk melihat, dan mempunyai telinga tapi tak digunakan untuk mendengar. Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf, 7: 179).

8.    Katsratul Ma’ashi (banyak berbuat durhaka)

Dan ditimpakan kepada mereka nista dan kehinaan, serta mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alibi yang benar. Demikian itu karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. (QS. Al Baqarah, 2: 61).

9.    Al Irtiyab (ragu-ragu)

Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu, dan mereka menduga-duga tentang yang ghaib dari tempat yang jauh. Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam. (QS. Saba’, 34: 53-54).

E.    DALIL ADANYA ALLAH

Allah SWT memberikan berbagai sarana dan jalan hingga kita dapat memiliki kepercayaan kepada-Nya sampai kadar keyakinan yang ilmiah, sebagaimana keyakinan kita melihat benda yang dapat ditangkap dengan indra.

Secara umum, ilmu ada dua katagori, yaitu ilmu dharuri (aksiomatis) dan ilmu nazhari(teoritis). Ilmu dharuri adalah pengetahuan akan sesuatu yang tidak membutuhkan dalil, karena keberadaannya dapat disentuh dengan indra. Ketika kita berada di dpn suatu masjid, kita tidak memerlukan dalil untuk mengatakan bahwa masjid itu ada. Sedangkan ilmu yang hanya dapat diperoleh dengan dalil disebut ilmu nazhari. Misalnya luas segitiga adalah setengah kali alas kali tinggi (1/2 X a X t).

Dan sesungguhnya, fenomena alam dan perangkat kehidupan yang dianugerahkan Allah SWT dapat menuntun kita pada ma’rifat kepada-Nya dengan ma’rifat yang sangat dekat, sebagaimana ilmu dharuri yang dapat dilihat dengan mata kepala.

Berikut ini kita bahas dalil-dalil yang dapat menguatkan keyakinan kita akan keberadaan Allah SWT.

1.    Ad dalil al fithri (dalil fitrah)

Ketika kita menghadapi musibah berat yang tak mampu kita hadapi, spontan kita akan meminta perlindungan dan pertolongan kepada “kekuatan ghaib” di balik alam ini. Inilah ‘fitrah imaniah’ (karakter dasar keimanan) yang pasti muncul pada saat-saat seseorang tidak sanggup menghadapi ujian duniawi. (lihat QS. Az Zumar ayat 8, Ar Rum ayat 33, An Naml ayat 62, Al Ankabut ayat 65, Lukman ayat 32, An Nahl ayat 53). 

Dikatakan kepada Rabi’ah al Adawiyah, seorang tokoh muslimah ahli ibadah, bahwa seseorang dapat menunjukkan seribu dalil akan adanya tuhan. Ia tertawa dan berkata, “Satu dalil sudahlah cukup.” “Apa itu ?” tanya orang itu. “Kalau kamu berjalan di tengah padang pasir, lalu kakimu tergelincir dan jatuh ke lubang sebuah sumur hingga tidak bisa keluar darinya, apa yang akan kamu perbuat ?” tanya Rabi’ah. “Kami akan berkata, ya Allah,” jawabnya. “Nah, itulah dalil…,” tegas Rabi’ah.

Demikianlah fitrah manusia. Dia memang diciptakan Allah SWT di atas fitrah agama Allah, sehingga keimanan kepada Allah sesungguhnya telah bersemayam dalam hati setiap insan, siapapun orangnya dan yang lahir dari siapapun.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Ar Rum, 30: 30).

2.    Ad dalil al hassiy (dalil panca indera)

Panca indra manusia diciptakan sebagai alat untuk mengenal alam benda di sekitar kita. Namun apa yang ada pada diri kita itu memiliki banyak sekali keterbatasan. Mata kita misalnya. Ada hal-hal yang sebenarnya ada di dunia ini, tetapi mata tidak mampu melihatnya. Misalnya arus listrik, udara, aroma dan sebagainya. Apa yang kita lihat juga kadang tidak menunjukkan fakta yang sebenarnya. Misalnya pensil yang dimasukkan dalam segelas air terlihat patah padahal sebenarnya tidak. Rel kereta api bila kita lihat semakin jauh terlihat bertemu pada satu ujung, padahal tidak demikian faktanya. Lautan terjauh yang kita lihat seolah-olah bertemu dengan ujung dunia, padahal realitanya tidaklah demikian.

Keterbatasan indra inilah yang justru menjadi dalil bahwa sesungguhnya di balik dunia yang kita tangkap dengan indra masih terdapat dunia lain. Termasuk di dalamnya adalah dunia ghaib, di mana Allah SWT termasuk bagian darinya. Dengan demikian, barangsiapa mengingkari wujud Allah SWT hanya karena indra tidak menangkapnya, maka ia harus juga mengingkari banyak sekali realita yang ada di dunia ini, yang tidak bisa ditangkap oleh indra manusia. 

Benarlah apa yang Allah firmankan,

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Al An’am, 6: 103).

3.    Ad dalil al ‘aqli (dalil akal)

Akal memiliki keistimewaan berupa kemampuan membuat kesimpulan dari data-data yang tertangkap panca indra kita. Kesimpulan inilah yang akan menghadirkan berbagai hakikat penting yang sangat dibutuhkan manusia dalam beragama. 

Seorang Arab badui suatu ketika ditanya tentang keberadaan Allah, lalu dia menunjuk seonggok kotoran onta sambil balik bertanya, ‘Tahukah Anda, kotoran apakah itu ?’ ‘Kotoran onta jawabnya,’ jawabnya.

Sang badui kemudian bertanya lagi, ‘Apakah Anda melihat ontanya ?” “Tidak”, jawabnya. Sang badui bertanya lagi, ‘Lalu, bagaimana Anda bisa mengetahui bahwa kotoran itu adalah kotoran onta, tanpa Anda tahu ontanya ?” ‘Dengan melihat ciri-cirinya,” jawabnya lagi.

Sang badui kemudian berkata, “Lihatlah ke atas dan lihatlah alam semesta. Jika kotoran onta menunjukkan adanya onta tanpa harus terlihat ontanya, apakah tidak cukup bahwa alam semesta ini menunjukkan adanya pencipta tanpa harus terlihat sang pencipta ? Dialah Allah.”

Allah SWT berfirman,

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.” (QS. Ali Imron, 3: 190-191). 

4.    Ad dalil al wahyu (dalil wahyu)

Pendekatan dalili akal hanya sampai pada kesimpulan aan adanya dzat ghaib yang berada di balik alam semesta ini. Namun siapakah dia ? Nash (teks) wahyu Al Quran memperkenalkannya dengan sangat jelas. Ayat-ayat Al Quran telah menunjukkan kepada kita akan keberadaan Sang Maha Pencipta. Ayat-ayat yang terangkai dalam Al Quran merupakan untaian mukjizat untuk menunjukkan keberadaan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam beberapa ayat-Nya berikut ini ;

Sesungguhnya tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia sengaja menciptakan Arsy. Dia tutup malam dengan siang yang mengikutinya dengan cepat. Matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Berkat Allah, tuhan semesta alam. (QS. Al Araf, 7: 54).

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan melainkan Aku, maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. (QS. Thaha, 20: 14)

Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada tuhan selain Dia. Raja yang Mahas Suci, yang Maha Sejahtera, yang mengkaruniakan keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Esa, yang memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk rupa, yang Mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hasyr: 22-24).   

5.    Ad dalil at tarikhi (dalil sejarah)

Peninggalan situs-situs sejarah yang masih dapat kita saksikan hingga kini, menunjukkan adanya kepercayaan umat manusia akan keberadaan Tuhannya.  Ritual haji di depan Ka’bah oleh musyrikin Arab, candi Borobudur di Indonesia, Pagoda Songkla dan lainnya menunjukkan pengakuan manusia akan adanya Sang Pencipta.

Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. (QS. Muhammad,47: 10).

F.    KHATIMAH

Ma’rifatullah merupakan jalan pembuka mengapa kita perlu beribadah kepada-Nya dan mengapa jalan-Nya yang kita ambil dalam menapaki kehidupan kita sehari-hari di alam fana ini.

Kita harus memahami dan mengenal Allah dengan benar (shahih) melalui sandaran yang benar pula. Dalam pandangan Islam, faktor iman kepada yang ghaib, yang tak dapat kita lihat dengan mata kepala, merupakan faktor yang dominan dalam upaya mengenal Allah, di samping faktor akal dan ayat-ayat Allah yang Allah turunkan melalui utusan-Nya dan juga yang terhampar di seluruh alam mayapada ini. Pengenalan Allah yang benar akan menghasilkan peningkatan iman dan taqwa (raf’ul iman wat taqwa), juga pribadi merdeka dan bebas yang membebaskan kita dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada pencipta makhluk. Dengan mengenal Allah, akan tumbuh ketenangan, keberkatan dan kehidupan yang baik, serta di akhirat dibalas dengan surga-Nya.

Ada banyak hal yang menyebabkan manusia tak mengenal Allah dan tak mau mengakui keberadaan-Nya. Ada yang karena kesombongannya, lalai, bodoh, ragu-ragu dan lainnya. Padahal banyak sekali dalil yang menguatkan keberadaan Allah dan menyakinkan kita untuk beriman kepada-Nya. Tanda-tanda kekuasaan-Nya bukan saja terdapat di alam semesta ini, bahkan dalam diri kita pun, hal itu tampak dengan jelas.

Akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup, bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu ? (QS. Fushilat, 41: 53).

Pada akhirnya, pemahaman pada ma’rifatullah, akan menjadi furqan (pembeda) antara orang-orang yang beriman dan yang mengingkarinya. Moga kita dirahmati Allah SWT bukan saja untuk lebih kenal kepada-Nya, tapi juga dapat lebih meningkat iman dan taqwa kita.

Maraji’: Syahadat dan Makrifatullah; Cahyadi T dkk. Solo: Era Intermedia, 2003.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Wahai Kader Dakwah, Ikhlaslah..


"Katakanlah, Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahuinya."
(Ali Imron : 29)

Ikhlas itu… menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah. Karenanya… pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita.

Ikhlas itu… Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikhlas itu… Ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu… Ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu… Ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu ogah bekerja.

Ikhlas itu… Ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.

Ikhlas itu… Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu… Ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.

Ikhlas itu… Gampang diucapkan, sulit diterapkan… namun tidak mustahil diusahakan.

Tetap memohon kepada Allah agar senantiasa berkenan memberikan kemudahan dan serta keistiqomahan dalam mencari ridho-Nya. Aamiin.

Sumber: https://danusanjaya.wordpress.com/2015/03/23/wahai-kader-dakwah-ikhlaslah/